Dampak Bahan Bakar Minyak (BBM) Naik Terhadap Ekonomi Masyarakat

Image
Irwansyah Izal
Bisnis | Tuesday, 20 Sep 2022, 14:38 WIB
Source: Pixabay

Banyaknya kendaraan yang melintas dijalanan bumi pertiwi ini mengakibatkan permintaan bahan bakar minyak (BBM) semakin meningkat, pabrik pembuatan kendaraan semakin memproduksi kendaraan dengan berbagai jenis dan model dari berbagai merek. Banyaknya penduduk maka akan semakin banyak pula aktivitas pengguna kendaraan yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM).

Naiknya harga bahan bakar minyak ini tentunya tidak lepas dari perkembangan ekonomi masyarakat dan kesejahteraan masyarakat begitu yang disampaikan oleh pemerintah pada pekan kemarin, namun dibalik itu, kenaikan BBM ini membuat masyarakat miskin menjerit dan menurunkan daya beli masyarakat pada sektor sandang, pangan dan mungkin akan menyebabkan inflasi pada produk tertentu.

Naiknya harga bahan bakar minyak menyebabkan kenaikan biaya produksi bahan baku pada pabrik dan jasa pada bengkel dan lain sebagainya yang menggunakan biaya operasional. Mendorong pada inflasi yang akan mempengaruhi pertumbuhan dan pemulihan ekonomi sehingga upah riil rumah tangga berkurang. Padahal seharusnya kita ketahui konsumsi rumah tangga sangat mempengaruhi pola perputaran atau peredaran uang di masyarakat

Kenaikan BBM ini sangat mengganggu pemulihan ekonomi rakyat Indonesia saat ini setelah pandemi covid-19 selama 2 (dua) tahun lamanya.hal ini justru menimbulkan ketegangan sosial bagi masyarakat kecil yang kian tercekik kelaparan karena kesenjangan sosial.

Masyarakat harus membayar lebih mahal untuk membeli bahan bakar dan mungkin barang akan naik seiring kenaikan BBM sehingga kehidupan semakin lebih mahal. Bagaimana kondisi hidup masyarakat kecil? Tentunya tidak terlepas dari berbagai kondisi kesenjangan sosial yang mencekik.

Adanya kenaikan BBM ini akan menimbulkan ketidak percayaan terhadap pemerintah, mereka merasa di khianati, masyarakat memandang sebelah mata sehingga kredibilitas pemerintah menurun. Apalagi tahun 2024 ini sudah mulai gencarkan perpolitikan sehingga partai oposisi akan menggunakan isu kenaikan BBM ini untuk menurunkan populernya pemerintah.

Perlunya penanganan yang tepat bagi pemerintah untuk menangani ini terjadinya kenaikan BBM tidak perlu dibuat panik. Pemerintah harus memberikan subsidi sebagai pengganti kenaikan BBM tersebut, sebagai contoh pemerintah sudah membentuk penyaluran subsidi yang bekerja sama dengan bank tertentu dengan nominal subsidi 600.000 Rupiah (enam ratus ribu rupiah) yang akan di berikan kepada karyawan yang non pegawai negeri sipil (PNS).

Penyaluran ini juga perlu penanganan dan distribusi tepat sasaran, mengingat pada penyaluran bantuan sosial (bansos) kemarin sudah terbukti di korupsi oleh oknum tertentu. Yang berkaitan dengan penyaluran bansos mungkin presiden perlu turun untuk mengecek apakah dana tersebut sampai kepada yang berhak mendapatkan.

Sebagai penutup, pemerintah harus memantau betul terkait praktik praktik pelaku ekonomi biaya ekonomi meningkat. Kita tahu praktik pungli, korupsi masih tersebar luas di bumi pertiwi ini, keseriusan pemerintah perlu dipertanyakan? Dalam menangani hal tersebut!

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Lapas Batu Ikuti Sosialisasi Penyusunan SKP Secara Daring

Image

Cara Dapat Barang Gratis di Akulaku Tanpa Undang Teman

Image

Kejujuran Adalah Bekal Hidup Mu Nak

Image

Game Online PC Gratis Yang Wajib Kamu Mainkan Sekarang!!

Image

Kemenkumham Jateng Siap Diaudit BPK RI

Image

Masa Berlaku Paspor Kini 10 Tahun, Imigrasi Siapkan Juknisnya

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image