Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Ina Febriany

Bangun Ekonomi Inklusif: CSR Bergerak, Bukti Kebaikan yang Berdampak

UMKM | Thursday, 15 Sep 2022, 14:14 WIB

‘Bangun Ekonomi Inklusif: CSR Bergerak, Kebaikan Berdampak’

Ina Salmah Febriani

Memasuki era pasca-pandemi, Indonesia tengah berbenah dari segala sisi utamanya perbaikan skala ekonomi. Baik dari sector pariwisata, kuliner, tekstil, elektronik, bisnis digital, kerajinan tangan juga tak kalah penting ialah Usaha Mikro Kecil Menengah atau yang lebih akrab dengan sebutan UMKM. Keberadaan UMKM tidak bisa lepas dari kesadaran masyarakat baik perkotaan maupun pedesaan untuk mengepakkan sayapnya di bidang industri rumahan. Tak heran, UMKM memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian negara. Menurut rilis Kementerian Investasi/ BKPM misalnya, UMUM sangat berkontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB) yaitu 61,97% dari total PDB nasional atau setara dengan Rp. 8.500 triliun pada tahun 2020. UMKM juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar yaitu 97% dari daya serap dunia usaha pada tahun 2020. Jumlah UMKM yang banyak ini berbanding lurus dengan banyaknya lapangan pekerjaan di Indonesia sehingga UMKM memiliki andil besar dalam penyerapan tenaga kerja. Terakhir, masih menurut BKPM, UMKM juga menyerap kredit terbesar pada tahun 2018 sebesar kurang lebih Rp. 1 triliun (https://www.bkpm.go.id)

Hasil data yang dirilis oleh BKPM di atas tentu memiliki pengaruh signifikan terhadap kemandirian ekonomi negara. Sehingga, meningkat atau menurunnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya keterlibatan UMKM. Sesuai dengan UUD 1945 pasal 33 ayat 4, UMKM merupakan bagian dari perekonomian nasional yang berwawasan kemandirian dan memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. UMKM memiliki peran yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi negara.

Tak bisa dipungkiri, keterlibatan UMKM memberi sumbangsih nyata bagi roda perekonomian Indonesia, meski masih perlu dibenahi dari berbagai sisi salah satunya kontribusi masyakarat dari segala lini; termasuk mereka masyarakat difabel yang masih terus dibina dan didukung penuh baik moril maupun materil. Hal inilah yang kita kenal saat ini dengan sebutan ekonomi inklusif. Ekonomi inklusif sendiri diartikan sebagai pembangunan ekonomi yang menciptakan akses dan kesempatan yang luas bagi seluruh lapisan masyarakat secara berkeadilan, meningkatkan kesejahteraan, serta mengurangi kesenjangan antar kelompok dan wilayah (http://inklusif.bappenas.go.id/).

Ada tiga kata kunci utama dalam definisi di atas yaitu akses dan kesempatan yang luas bagi seluruh lapisan masyarakat secara adil, meningkatkan kesejahteraan juga mengurangi kesenjangan antar kelompok dan wilayah. Artinya bahwa semua masyarakat Indonesia dari mana saja latar belakang suku, agama, budaya, bahasa bahkan keterbatasan fisikpun tetap bisa berkontribusi dalam peningkatan ekonomi agar manfaat dari makmurnya negeri tak hanya dirasa oleh sekelompok orang tertentu saja namun turut dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dari berbagai lini.

Mengingat pentingnya ekonomi inklusif, berbagai upaya telah dilakukan oleh perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab sosial (CSR) dalam memberdayakan dan memberi manfaat yang berdampak—Pertamina salah satunya. Dalam skemanya, Pertamina telah menyusun langkah untuk mendorong UMKM naik kelas melalui UMK Academy yang memberikan pembinaan dengan empat tahapan yakni Go Modern, Go Digital, Go Online dan Go Global.

Salah satu UMKM binaan Pertamina yang sudah Go Global adalah Waroeng Disabilitas Sasirangan, asal Balikpapan Kalimantan. Berbagai jenis produknya saat ini pun diboyong Pertamina ke Tong Tong Fair 2022 di Belanda. (https://www.republika.co.id/berita/ri16vn380/pertamina-bantu-455-umkm-binaan-go-global-ini-strateginya, September 2022)

Keterlibatan kawan-kawan disabilitas binaan Pertamina ini adalah bukti nyata bahwa regulasi pemerintah yang berpihak pada masyakarat kecil dan menengah, juga peran serta perusahaan yang peduli terhadap pemberdayaan usaha masyarakat mikro, kecil dan menengah menjadi wujud nyata bahwa jika CSR terus bergerak, maka akan lebih banyak lagi kebaikan dan kebermanfaatan yang berdampak—sebagai wujud pesan dari sabda Rasulullah yang diriwayatkan dari sahabat Jabir radhiyallahu ‘anhu bahwa khayrunnas anfa’uhum linnas— sebaik-baiknya manusia ia yang terus mampu dan berupaya memberi manfaat bagi alam sekitarnya? Semoga perekonomian Indonesia terus maju dan terdepan berkat kepedulian perusahaan untuk menebar kebaikan. Aamiin ..

#UMKMdanCSR #MenebarKebaikan

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image