Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Shafira Adlina

Merdeka dari Hoaks dengan Bijak Berinternet

Curhat | Friday, 26 Aug 2022, 20:58 WIB
Ilustrasi menggunakan internet (pexels.com)

Euphoria peringatan kemerdekaan RI masih terasa di tempatku sampai sekarang. Umbul-umbul dan lampu warna-warni masih terpasang. Minggu lalu, kami, warga satu RT juga baru merayakannya dengan membuat pentas seni dan lomba.Tua muda semua nampak bergembira. Setelah dua tahun selama covid, acara serupa tidak diselenggarakan, tahun ini peringatan HUT RI terasa benar-benar merdeka. Sebagai seksi acara, aku kebagian sibuknya. Mulai dari mencari konsep acara, menyiapkan anak-anak yang akan pentas, sampai ibu-ibu komplek yang ikut andil menyanyikan lagu kemerdekaan.

Gampang mencari ide dari internet
Bagiku, internet menjadi andalan untuk mendapatkan ide. Termasuk untuk pertunjukkan yang akan ditampilkan oleh anak-anak dan kostumnya. Beruntung, internet di rumah super cepat. Jadi aku langsung mendapatkan semua yang kubutuhkan. Anak-anak menampilkan beberapa tari kreasi baru yang aku unduh dari internet.Sebagai pelanggan setia IndiHome, aku merasakan banyak manfaat dari penggunaan internet. Apalagi setiap ada promo, aku termasuk yang awal mendapat informasi dari customer service. Biasanya mereka menelpon untuk memberikan penawaran. Aku pun sering sekali memanfaatkan kesempatan tersebut. Serasa mendapat pelayanan istimewa deh.Sayangnya, beberapa hari belakangan ini dunia maya ramai dengan berita hoaks. Yaitu kabar hoaks kebocoran data pelanggan IndiHome.Aku pun sempat panik dengan kabar yang beredar. Bagaimana jika dataku termasuk dalam daftar yang bocor tersebut, terus disalah gunakan? Memikirkan hal itu sempat membuatku bingung.Namun setelah tenang, aku bisa berpikir lebih rasional. Tidak mungkin perusahaan terpercaya IndiHome datanya mudah diretas karena menggunakan sistem pengamanan berlapis. Terlebih pada saat mendapat informasi bahwa data yang bocor 26 juta history browsing, sedang pelanggan IndiHome saja 8 juta. Angka dari mana coba?

Merdeka dari berita hoax

Menanggapi berita yang beredar, Senior Vice President Corporate Communication and Investor Relation Telkom, Ahmad Reza, menyampaikan bahwa sebaiknya pelanggan berhati-hati dalam mengakses situs terlarang karena berpotensi terjadi peretasan. Aku setuju dengan hal ini. Menurut pemahamanku, kejahatan cyber memang bisa terjadi dengan menggunakan situs yang mencurigakan. Kembali pada berita tentang kebocoran data IndiHome, aku sendiri meyakini hal tersebut hanya hoax dengan beberapa alasan.

1. IndiHome adalah perusahaan besar dan terpercaya

IndiHome merupakan perusahaan yang selama ini aku kenal terpercaya dan selalu menjaga privacy pelanggan, tentu akan mengutamakan menjaga data pelanggan. Apalagi sistem keamanannya berlapis pasti tidak mudah bagi penjahat cyber untuk mengaksesnya.

2. Lihat konten beritanya

Begitu mendengar informasi tentang kebocoran data tersebut, aku langsung browsing karena ingin melihat seperti apa isinya. Hem beberapa kata saja aku sudah yakin kalau itu hoaks. Dari isi kata-katanya yang provokatif sudah dapat memberikan kesimpulan mengenai tingkat akurasinya.

3. Mengecek sumber awal berita

Untuk semakin meyakinkan, aku juga melakukan pengecekan sumber awal informasi. Dalam mesin pencarian aku tuliskan kata kunci yang ingin dicari dengan tambahan kata “hoax”. Nah..benar, banyak muncul artikel pembahasan terkait. Ini merupakan salah satu indikasi bahwa informasi tersebut hanya isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

4. Mengecek gambar

Langkah yang ke-4 ini cukup efektif. Aku screenshot berita tersebut dan masuk ke Google Images. Kemudian drag gambar tersebut. Dari situ akan terlihat siapa pengunggah pertama. Kemudian aku bisa cek apakah situs tersebut kredibel atau tidak.Selain itu, aku juga pernah mendengar ada aplikasi untuk mengecek kebenaran informasi. Namun karena sudah yakin itu hanya hoax, aku tidak melanjutkan untuk mengecek.

Penutup

Di negara berkembang seperti di Indonesia, berita hoaks mudah sekali berkembang. Apalagi belum banyak masyarakat yang benar-benar sadar betapa pentingnya saring sebelum sharing. Jadi banyak oknum yang memanfaatkan kelemahan ini untuk menyebar berita bohong yang berujung mencipta kepanikan belaka.Jadi yuk, di momen 77 Tahun Kemerdekaan Indonesia ini kita lebih bijak lagi dalam menggunakan interner, tidak sembarang menyenarkan informasi yang belum terntu benar, dan berdayakan diri untuk memberantas hoaks.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image