Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Giyoto

Memetik Pelajaran dari Farel yang Viral

Guru Menulis | Saturday, 20 Aug 2022, 07:11 WIB

Suasana Upacara peringatan HUT Ke-77 Republik Indonesia (17/8) di Istana Negara Jakarta nampak berbeda dari biasanya. Penampilan Farel Prayoga mencairkan suasana upacara yang semula khidmad tampak sakral menjadi heboh penuh gelak tawa. Konseptor upacara tahun ini tentu tidak terlepas dari tim kreatif Istana Negara yang pastinya atas arahan Bapak Presiden Jokowi. Hadirnya Farel seolah menyampaikan pesan bahwa siapapun anak negeri ini yang mempunyai potensi dan kecakapan diri melampaui yang lain dapat memberikan kontribusi pada negeri apapun posisinya.

Diketahui, Farel merupakan anak yang masih duduk di Kelas 6 SD asal Banyuwangi. Tampilnya Farel juga memberikan apresiasi luar biasa terhadap karya anak bangsa. Bagaimana tidak viral, tembang yang dinyanyikan Farel bersamaan atau berada pada momen dan tempat yang disorot seluruh mata insan di se-antero negerinya +62 ini. Bahkan acara kenegaraan ini digelar setelah 2 tahun absen karena pandemi Covid-19. Luar biasa surprise yang disuguhkan oleh Panitia HUT Ke-77 RI tahun 2022.

Beberapa hal yang patut menjadi renungan bersama di usia 77 tahun RI

Pertama. Negeri ini masih dalam taraf pemulihan pascapandemi. Semangat gotong rotong dan saling menghargai menjadi modal dalam bersama-sama membangun bangsa. Tanpa gotong royong kita akan terseok-seok dalam usaha bangkit dari keterpurukan.

Kedua. Integritas dan percaya diri harus ditanamkan sejak dini pada anak negeri. Percaya diri dan bangga sebagai bangsa Indonesia akan memberi spirit dalam mengisi kemerdekaan.

Ketiga. Mandiri dalam berkarya menjadi hal yang lazim pada masa depan. Ketergantungan bangsa kepada bangsa lain hanya akan membuat insan negeri ini menjadi penonton di masa depan. Jiwa mandiri harus dibentuk sejak dini agar generasi masa depan menjadi generasi kreator bukan sekedar follower atau bahkan hanya konsumen.

Keempat. Berpikir kritis hendaknya dimiliki warga negeri yang mendapat julukan Zamrud Khatulistiwa ini. Berpikir kritis, kritis berpikir harus didorong untuk dilakukan saat menghadapi sesuatu masalah atau fenomena di hadapan. Sehingga rakyat mampu memilih dan memilah sebelum berkomentar apalagi bertindak.

Kelima. Yakin bahwa Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi isu utama yang dipegang. Kesadaran diri dalam berkebinekaan global sepantasnya dimiliki oleh anak negeri. Kesadaran tersebut akan menguatkan persatuan dan kesatuan bangsa. Tanpa kesadaran itu negeri ini akan mudah diadu domba.

Keenam. Kreatif akan memunculkan ide-ide baru dan inovasi yang akan mendorong kemajuan pembangunan. Karya anak bangsa harus mendapat perhatian dan perlindungan. Jangan sampai temuan anak bangsa malah diadopsi atau dibeli negara lain.

Terima kasih Bapak Presiden telah memberi perhatian lebih pada karya anak negeri. Terus berkarya dan tetap rendah hati Ananda Farel. Jadilah pelopor dalam mempererat persatuan dan kesatuan. Dirgahayu Republik Indonesia.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image