Kemenkumham Jateng Fashion Week Menjadi Ajang Lindungi Kebudayaan

Image
Humas Rutanjepara
Info Terkini | Wednesday, 17 Aug 2022, 13:06 WIB
sumber: humas kemenkumham jateng

SEMARANG- Berlagak bak Peragawan dan Peragawati Profesional, Ratusan ASN di lingkungan Kanwil Kemenkumham Jateng melakukan peragaan busana, Rabu (17/08)

Aksi ini mengadopsi trend kekinian, Citayam Fashion Week. Bedanya, busana yang diperagakan adalah Baju Adat dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan dengan tajuk "Kemenkumham Jateng Traditional Fashion Week" itu digelar di halaman Badiklat Hukum dan HAM Jawa Tengah.

Dalam aksinya, Putra Putri Pengayoman melenggang di zebra cross yang sengaja dibuat untuk acara ini.

Kepala Kanwil Kemenkumham Jateng A Yuspahruddin membuka jalannya fashion show. Menggandeng istri tercinta, Yuspahruddin bergaya layaknya model kenamaan.

Aksinya itu diikuti oleh Pimpinan Tinggi Pratama Kantor Wilayah. Tampak Kepala Divisi Administrasi Jusman, Kepala Divisi Pemasyarakatan Supriyanto dan Kepala Divisi Keimigrasian Wishnu Daru Fajar.

Bergabung juga Pejabat Administrasi Kantor Wilayah dan Kepala UPT jajaran Kanwil Kemenkumham Jateng se Kota Semarang, diikuti oleh ratusan pegawai lainnya.

Ditemui di sela-sela acara, Yuspahruddin mengatakan, ada pesan tersendiri yang ingin disampaikan dengan diadakannya "Kemenkumham Jateng Traditional Fashion Week".

"Tentu ini mengikuti trend yang saat ini sedang berkembang. Namun tidak semata-mata ikut-ikutan saja. Ada pesan yang ingin kami sampaikan," ujarnya memberikan keterangan.

"Kami ingin menunjukkan bahwa kita perlu mencintai kebudayaan kita yang sangat beragam. Kita perlu melestarikan kebudayaan, agar keberadaan tetap eksis di masyarakat".

"Kita perlu menunjukkan kebudayaan yang merupakan identitas bangsa ini. Sehingga ke depan kita tidak akan melihat lagi adanya klaim kebudayaan oleh negara lain atas budaya asli Indonesia" imbuhnya.

Yuspahruddin juga mengungkapkan pentingnya mengangkat eksistensi kebudayaan sebagai bentuk perlindungan Kekayaan Intelektual.

"Kebudayaan itu merupakan Kekayaan Intelektual Komunal. Seni tari, baju adat, lagu daerah dan lainnya merupakan Kekayaan Intelektual yang perlu diperhatikan dan dilindungi," ungkapnya Yuspahruddin.

"Kemenkumham Jateng Traditional Fashion Week" adalah cara kami untuk mengkampanyekan perlindungan Kekayaan Intelektual," pungkasnya menutup keterangan.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

KumhamPasti

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Perkuat softskills dan hardskills mahasiswa, Uhamka laksanakan kuliah umum tahun ajaran 2022-2023

Image

Sambut 33 Taruna Poltekip 53 Gelombang 3, Rajawali Lapas Karanganyar berikan Pengarahan

Image

Saka Taruna Bumi Lapas Pemuda Plantungan Sebagai Sarana pembinaan WBP

Image

Apel Pagi, Kepala LPKA Kelas I Palembang Kemenkumham Sumsel Ingatkan Pentingnya Jaga Integritas

Image

Ilmu Komunikasi Umsida Asah Kesiapan Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja Lewat Uji Kompetensi Profesi

Image

5 Rekomendasi Restoran dengan Pemandangan Terindah di Sentul, Bogor

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image