Layani 120 Pasien Anak Dhuafa, Rumah Singgah SANI Ingin Terus Berkembang

Image
Rudisa Putra
Gaya Hidup | Friday, 26 Nov 2021, 21:27 WIB

DEPOK-- Rumah Singgah SANI merupakan singkatan dari Rumah Singgah Saya Anak Negeri Indonesia yang didirikan oleh Amy Mismilian atau yang akrab disapa dengan Bunda Amy (55). Rumah Singgah SANI secara resmi berdiri sejak tahun 2017, dan beralamat di Jl.Barito Raya No.138, Abadijaya, Sukmajaya, Depok-Jabar.

Pendirian Rumah Singgah SANImenurut Bunda Amy dilatarbelakangi dari kepeduliannya untuk membantu orang yang berasal dari daerah yang sedang menjalani pengobatan tetapi terbentur biaya operasional dan tempat tinggal. Bunda Amy sendiri sudah memulai kegiatannya ini selama 18 tahun tetapi nama Rumah Singgah Sani baru muncul ke permukaan 4 tahun belakangan ini. "Latar belakang saya mendirikn rumah singgah ini berdasarkan pengalaman ya, awalnya sih kami sudah berjalan selama 18 tahun, tapi berdirinya atas nama Sani ini baru berdiri selama 4 tahun dan rumah singgahnya pun baru berdiri selama 4 tahun," tutur Amy.

Amy menambahkan bahwa untuk saat ini rumah singgahnya hanya menerima pasien dari anak-anak. Berdasarkan kapasitas dari rumah singgah sani menurut penuturan Amy ada 9 orang pasien dari anak-anak saat ini yang menginap yang dikhususkan bagi mereka yang berasal dari daerah . Sementara bagi mereka yang tinggalnya tidak jauh dari Rumah Singgah Sani mendapatkan pendampingan juga dengan antar jemput. Total jumlah keseluruhan pasien yang mendapatkan pendampingan ataupun perawatan dari Rumah Singgah Sani ada 120 anak.

"Mereka nggak berani berobat karena ya itu terbenturnya operasional, tempat tinggal, untuk kebutuhan hari-hari. Akhirnya kami mempunyai inisiatif bagaimana mendirikan Rumah Singgah Sani, tapi kebetulan kami baru bisa mendirikan hanya utk anak-anak aja. Alhamdulillah sampai hari ini kita sudah ada 120 anak yang pernah kita tampung, memang tidak sekaligus masuk, bergilir, ada 9 kita tampung karena kapasitasnya hanya 9, tapi untuk pendampingannya tetap kita lebih dari segitu, karena ada yang kita antar jemput dari rumah," kata Amy.

Untuk saat ini pasien yang menginap dan dirawat di rumah singgah sani menurut keterangan dari Amy berasal dari daerah yang berbeda-beda. "Anak yang di rumah kami itu bukan dari satu daerah, ada yang dari Sumatera, Kalimantan, Banten, maupun dari Karawang", terang Amy.

Mengenai pendanaan Rumah Singgah Sani, Amy mengaku saat ini belum memiliki donatur tetap tetapi ada donatur dari dokter yang memiliki kepedulian untuk rumah singgah ini yang bersedia menanggung biaya operasional rumah singgah ini. Amy mengaku bersyukur dengan bantuan dari dokter tersebut berupa operasional dan ambulans. Di samping itu ada beberapa bantuan dari teman-temannya untuk Rumah Singgah ini karena rumah singgah yang ia kelola ini tidak meminta bayaran sepersen pun kepada pasien.

"Kami tidak pernah meminta biaya dari pihak pasien selama kami masih punya persediaaan, kami tidak pernah meminta dana ke pasien, jadi selama ini kita ambilnya dari subsidi silang dari ambulans, dan kebetulan ada donatur kita, ada dokter, keluarga dokter itu memang yang memberikan ambulans, dan beliau itu membayarkan untuk kebutuhan listrik, ataupun air, dan internet. Jadi kami tidak pernah meminta bayaran kepada pasien . Kalo misalpun ada operasional biasanya kami usahakan dari biaya pemasukan dari ambulans, ada juga yang selama ini memberikan bantuan dari teman-teman atau dari pribadi per orang aja," lanjut Amy.

Amy berharap ke depannya, rumah singgah ini ada bantuan dari donatur-donatur tetap yang ikut mengembangkan Rumah Singgah Sani agar banyak pasien yang membutuhkan tempat tingggal sementara, agar terlayani dengan baik.

Pipin dan Supriyatna merupakan salahsatu orangtua yang anaknya dirawat di Rumah Singgah SANI. Melalui Tim Ummat TV yang bekerjasama dengan WIZ Jakarta keduanya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Rumah Sakit SANI yang telah memberikan tempat tinggal selama pengobatan, berbagai kebutuhan harian.

"Saya berterima kasih kepada Yayasan Rumah Singgah SANI yang telah memberikan tempat tinggal selama pengobatan kita di sini, fasilitas dan kebutuhan anak saya di sini seperti susu, pampers , seperti tisu basah , tisu kering dan sebagainya. Saya ucapkan sakali lagi terimakasih, semoga Tuhan membalas semua kebaikan terhadap Yayasan Sani atau Saya Anak Negeri Indonesia, semoga lebih banyak lagi orang yang tertolong terhadap Yayasan Saya Anak Negeri Indonesia", ucap Pipin.

"Saya mengucapkan terimakasih kepada Yayasan Sani yang sudah banyak membantu saya dan anak saya untuk mengakses ke rumah sakit dari makan, tempat tidur, transfortasi, susunya, dan semuanya, medical chek up, seminggu 2 kali, semoga Allah mmbalas semua kebaikan , saya do'akan, terimakasih," ucap Supriyatna, Kamis (4/11/2021).

**

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Content Writer, MF

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Lapas Kayuagung Kemenkumham Sumsel mengikuti Webinar Prison Overcrowding

Image

5 Genre Musik yang Terus Berkembang di Dunia

Image

Pameran dan Bursa Lukisan, Memaknai Kemerdekaan di Bulan Suro

Image

Humas Rutan Prabumulih Kemenkumham Sumsel Terima Penguatan Tusi Kehumasan dari Sekjen Kemenkumham RI

Image

TNI Siap Ditugaskan untuk Negara

Image

Selamat Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah Ke 72

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image