Mengapa Indonesia Mengajukan Diri Menggantikan Vietnam di ASEAN Paragames 2022?

Image
Ardelia Jihan Ulfahira
Olahraga | Thursday, 18 Nov 2021, 17:44 WIB
Sumber: Akurat.co

Memasuki musim ke-31 SEA Games dan musim ke-11 ASEAN Paragames (APG) 2021, APSF (ASEAN Para Sports Federation) telah menunjuk Vietnam sebagai tuan rumah. Meningkatnya angka penularan Covid-19 membuat SEA Games diundur hingga 12-23 Mei 2022, yang awalnya dijadwalkan pada 21 November-2 Desember 2021. Sayangnya, belum ada kepastian kapan dan dimana pelaksanaan ASEAN Paragames ke-11 karena VPA (Vietnam Paralympic Association) telah resmi membatalkan pelaksanaan APG 2022 melalui surat 11 November 2021 yang ditandatangani oleh Huynh Vinh Ai, Presiden NPC (National Paralympic Comittee) Vietnam.

Masih tingginya kasus positif Covid-19 di Vietnam dan di negara anggota APSF, membuat Vietnam memutuskan mundur dari tuan rumah APG 2022 dan hanya akan menggelar SEA Games di Hanoi 2022. Mengetahui hal ini, Indonesia tentunya tidak ingin kehilangan momen dan kesempatan lagi untuk mempertahankan predikat juara umum ASEAN Paragames 2017 di Malaysia, setelah sebelumnya APG 2020 di Filipina juga dibatalkan. NPC Indonesia dengan percaya diri menawarkan diri sebagai tuan rumah alternatif. Lalu mengapa Indonesia berambisi menjadi tuan rumah pengganti ASEAN Paragames 2022?

Berkaca dari ajang olahraga sebelumnya, Indonesia tentu memiliki kapabilitas dalam menyelenggarakan ASEAN Paragames 2022. Indonesia pernah menyelenggarakan acara serupa dalam lingkup yang lebih besar, yaitu Asian Para Games 2018 di Jakarta dan Palembang yang diikuti 42 negara dari seluruh Asia. Kesuksesan acara ini didukung oleh pernyataan Thomas Bach selaku Presiden IOC (International Olympic Committe), bahwa Indonesia terbukti bekerja efisien dalam menyelenggarakan acara internasional. Selain itu, baru-baru ini Indonesia juga sukses menyelenggarakan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2021 di Papua. Sarana dan prasarana olahraga Papua yang sudah berstandar internasional dapat menjadi pertimbangan juga untuk menjadi tuan rumah pengganti.

Penawaran diri ini tentunya merupakan peluang bagi Indonesia untuk mewujudkan kepentingan nasionalnya. Indonesia ingin menguatkan dan meningkatkan citra positif serta kepercayaan dunia terhadap Indonesia. Hal ini tentunya akan menarik kerjasama internasional terutama dalam kawasan Asia Tenggara. Keindahan alam dan kearifan budaya lokal tentu akan menjadi alat promosi Indonesia untuk menarik wisatawan dan meningkatkan pariwisata di Indonesia. Poin pentingnya adalah ajang Olahraga ini juga menjadi pembuktian Indonesia kepada ASEAN dalam komitmennya memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas.

Diketahui bahwa Indonesia melalui ASEAN berpartisipasi aktif dalam membentuk kebijakan ASEAN Enabling Masterplan 2025 yang memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas. Jika Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah APG 2022, maka menjadi peluang bagi Indonesia untuk terus berperan aktif mengampanyekan ASEAN Enabling Masterplan 2025 agar dapat terwujud Indonesia dan Asia Tenggara yang ramah disabilitas. Bagi Indonesia juga, melalui ASEAN Paragames kita dapat meningkatkan kesadaran masyarakat lokal maupun internasional akan pentingnya isu disabilitas. Atlet difabel juga memiliki kesempatan untuk mengobarkan semangat olahraga mereka tanpa adanya diskriminasi.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Artikel Terkait

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Rekomendasi 6 Aplikasi Edit Foto Terbaik Android dan Iphone

Image

Versi Terbaru Youtube Go Apk Update Desember, Ini Link Downloadnya

Image

Versi Terbaru GB WhatsApp (GB WA) Pro Apk, Ini Link Downloadnya

Image

Hubungan Ijtihad Dengan Perekonomian

Image

Terbukti Membayar! Daftar Aplikasi Penghasil Uang Saldo DANA 2021

Image

5+ Cara Pinjam Uang di Bank BRI Untuk Beli Rumah

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image