Kejutan Manis

Image
Bambang Irwanto Soeripto
Sastra | Wednesday, 22 Jun 2022, 11:08 WIB

Apa??? Kamu ga jadi ikut, Nien?" Tanya Willa terkejut. Mulutnya sampai mengangga.

Nien mengangguk, lalu tak lama ia terbatuk. Sudah tiga hari ini badannya panas dingin, seperti cuaca yang tak menentu. Galau melow kayak stabilo.

"Ya, apa. Boleh buat. Dipaksain juga, aku bakalan ga sanggup," jawab Nien lemas.

"Duh, ya, ampun! Oh My Good. Kenapa juga kamu sakit di saat sekarang ini. Harusnya tuh, kamu sakit minggu depan aja," Cerocos Willa.

"Sembarangan aja kalau ngomong," Ucap Raisa sambil memukul pelan lengan kiri Willa. "Kalau ngomong dipikir dulu! Emang kamu yang mengatur orang sakit dan sehat?"

Willa malah cengegesan. "Ya, maaf, sih! Soalnya, gimana, ya? Aku tuh gemes banget. Rencana ke Pesta Remaja itu kan, udah kita rancang jauh-jauh hari. Pake acara nabung uang jajan juga buat beli tiketnya. Eh giliran mendekati acaranya, si Nien malah sakit. Kasihan banget kan, ga bisa ikutan!”

"Udah, Wil! Aku nggak apa-apa kok. Kalian senang-senang aja di sana. Do'ain aja, aku segera sembuh, ya!" pinta Nien.

Willa akhirnya mengangguk pasrah.

Tidak lama, Willa dan Raisa pamit pulang. Nien tidak bisa mengantar sampai ke pintu ruang tamu. Badannya masih lemas. Itu karena Nien masih belum nafsu makan.

Sebenarnya, Nien sedih juga tidak bisa datang ke pesta remaja itu. Apalagi dia sudah menantikan sejak masih SMP. Ditambah lagi, pas pandemi, pesta remaja tidak diadakan. Seperti sesuatu yang dirindukan.

Makanya Nien dan kedua sahabatnya itu sangat antusias, saat dapat kabar pesta remaja akan diadakan lagi tahun ini. Nien makin happi, saat tahu salah satu bintang tamunya adalah Maxi Valentino, penyanyi idolanya, yang suaranya selalu mengantar Nien tidur.

Tapi mau bagaimana lagi? Tiba-tiba Nien sakit. Waktu itu, ia pulang agak malam, karena ada beberapa kegiatan. Dan hari-hari sebelumnya, Nien memang juga banyak aktivitas. Mama sudah mengingatkan agar Nien mandi pakai air panas. Tapi Nien merasa gerah, dan nekat mandi dengan air .

Besoknya, pas bangun tidur, badan Nien terasa dingin. Kepalanya juga pusing. Akhirnya Nien hanya bisa berbaring di tempat tidur. Untung saja Nien sudah masuk liburan.

@@@

Nien baru saja menghabis suapan bubur terakhirnya, saat sebuah kepala nongol di balik pintu kamarnya.

"Hei.. Bestiku!"

Refleks Nien menoleh, "Lho, kok Kak Rian sudah pulang? Bukannya besok baru balik dari naik gunung?" Tanya Nien pada kakak semata wayangnya itu.

"Nggak lah. Pas Mama ngabarin kamu sakit, kakak jadi kepikiran. Pengen cepat-cepat pulang," Jawab Rian yang beda 5 tahun dari Nien, dan sudah kuliah itu.

"Aku udah sehatan kok, Kak!" Jawab Nien sambil tersenyum. "Tapi kok Kak Rian bisa videocall sama Mama? Bukannya di sana daerah gunung?"

"Jangan salah. Di sana internet lancar. Kebetulan basecame-nya pake IndiHome yang jangkauannya luas."

"Oh, pantas saja,” Nien mengangguk-angguk mengerti.

" Iya, Telkom grup kan, memang jangkauan luas. Bisa berbagi cerita. Internetnya Indonesia,” ucap Kak Rian sambil nyengir.

“Mantap ya, kak.”

“Pastinya!” udah ya, kakak mau istirahat sebentar.”

“Oke, kak!”

@@@

"Duh, harusnya sekarang aku senang-senang bareng Willa dan Raisa nih," Gumam Nien sendiri.

Rupanya ia masih baper juga karena gagal pergi ke acara pesta remaja. Padahal kemarin katanya dia sudah rela. Tapi ternyata tak rela hehehe.

Badan Nien memang sudah enakan. Tapi pastinya, Mama juga tidak akan memberi izin. Apalagi Papa juga lagi ke luar kota.

"Nien,. Sini deh!" Terdengar suara Kak Rian memanggil.

"Iya, Kak! Kenapa?" Nien bergegas menghampiri kakaknya di ruang keluarga.

"Ada apa sih, Kak?"

"Tuh, ada. Live streaming Pesta Remaja," Tunjuk Kak Rian ke televisi.

Nien sangat terkejut. Ia tidak tahu, kalau ada. live streaming pesta remaja.

"Kok kakak tahu sih?”

Kak Rian nyengir. “Mama yang cerita. Kebetulan, ada teman SMA Kak Rian yang jadi panitia. Apalagi ini Internet Keluarga, bisa bikin semua senang. Bisa Cerita Tanpa Batas.”

Nien happi sekali. Walau tidak bisa menyaksikan langsung acara pesta remaja, tapi ia tetap bisa menyaksikan lewat dunia maya. Apalagi saat Maxi Velentino tampil.

"Oh.. Maxi... Calon Ayah anak-anakku...”

Uuuh... Rian mengacak rambut adik kesayangannya. “Aku tinggal, deh. Mau lanjut nulis cerita untuk lomba Cerpen IndiHome.”

“Sukses ya, Kak!”

"Oke, adikku yang manis...!"

Bambang Irwanto

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

0

Kejutan Manis

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Lapas Muaradua Sosialisasikan Layanan Kunjungan dan Pembinaan dari Pihak Luar Kepada WBP

Image

LP Narkotika Samarinda Hapus Buta Huruf Pada WBP Dengan Belajar Membaca

Image

Jika Belum Mampu Berkurban Setiap Tahun, Berkurbanlah Setiap Minggu

Image

Mengenal Lebih Dekat Tentang Keutamaan Memakmurkan Masjid

Image

Menepis Kerinduan, KYM Menggelar Acara Seseruan

Image

PEMBINAAN JASMANI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEBUGARAN WBP

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image