Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Suko Waspodo

Studi Meneliti Mengapa Ingatan Akan Rasa Takut Tertanam di Otak Kita

Info Terkini | Friday, 03 Jun 2022, 12:02 WIB
image: Illustration of amygdala in the brain (stock image).

Mengalami peristiwa yang menakutkan kemungkinan besar adalah sesuatu yang tidak akan pernah Anda lupakan. Tetapi mengapa hal itu tetap ada pada Anda ketika jenis kejadian lain menjadi semakin sulit untuk diingat dengan berlalunya waktu?

Sebuah tim ahli saraf dari Tulane University School of Science and Engineering dan Tufts University School of Medicine telah mempelajari pembentukan ingatan ketakutan di pusat emosional otak -- amigdala -- dan berpikir mereka memiliki mekanisme.

Singkatnya, para peneliti menemukan bahwa neurotransmiter stres norepinefrin, juga dikenal sebagai noradrenalin, memfasilitasi pemrosesan rasa takut di otak dengan merangsang populasi neuron penghambat tertentu di amigdala untuk menghasilkan pola pelepasan muatan listrik yang berulang. Pola ledakan aktivitas listrik ini mengubah frekuensi osilasi gelombang otak di amigdala dari keadaan istirahat ke keadaan terangsang yang mendorong pembentukan ingatan ketakutan.

 

Diterbitkan baru-baru ini di Nature Communications, penelitian ini dipimpin oleh profesor biologi molekuler dan sel Tulane Jeffrey Tasker, Ketua Catherine dan Hunter Pierson di Neuroscience, dan mahasiswa PhD-nya Xin Fu.

Tasker menggunakan contoh perampokan bersenjata. "Jika Anda ditodong dengan senjata, otak Anda mengeluarkan banyak neurotransmiter stres norepinefrin, mirip dengan adrenalin," katanya.

"Ini mengubah pola pelepasan listrik di sirkuit tertentu di otak emosional Anda, berpusat di amigdala, yang pada gilirannya mentransisikan otak ke keadaan gairah tinggi yang memfasilitasi pembentukan memori, memori ketakutan, karena menakutkan. Ini adalah proses yang sama, kami pikir, itu serba salah di PTSD dan membuatnya jadi Anda tidak bisa melupakan pengalaman traumatis."

Penelitian ini dipimpin oleh lab Tasker dan dilakukan bekerja sama dengan lab Jonathan Fadok di Tulane dan lab Jamie Maguire di Tufts. Fadok adalah asisten profesor psikologi yang memegang gelar Profesor Burk-Kleinpeter Inc. dalam Sains dan Teknik di Tulane. Maguire adalah profesor ilmu saraf di Tufts School of Medicine.

(Materials provided by Tulane University)

***

Solo, Jumat, 3 Juni 2022. 11:P55 am

'salam hangat penuh cinta'

Suko Waspodo

suka idea

antologi puisi suko

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar
 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image