MWC NU Sanden Gelar Syawalan

Image
Sutanto
Info Terkini | Sunday, 22 May 2022, 21:57 WIB

Rintik hujan tak menghalangi semangat 400-an warga nahdliyin Kapanewon Sanden menghadiri syawalan sekaligus pembukaan Lailatul Ijtima’ di Musala Ar-Ridho, Nanggulan, Gadingsari, Sanden, Sabtu (21/5/2022). Acara dihadiri Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Bantul, dr. H. Attobari, M.PH dan segenap jajaran MWC Sanden seperti: KH. Muslih Sukatno (Rais Syuriyah), Ustad Munaji (Katib), Miftakhul Ain,S.Ag (Ketua), Agus Tri Prasetya (Sekretaris) dan pengurus lain.

Miftahul Ain menyampaikan syukur dan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya acara. Dalam kesempatan itu juga dijelaskan bahwa pembukaan lailatul ijtima’ sengaja dilaksanakan bukan pada waktu biasanya (malam selasa legi) dan dijadikan satu dengan syawalan karena masih memasuki momen bulan syawal. Mewakili pengurus MWCNU dirinya mengucapkan sugeng riyadi dan memohon maaf atas segala khilaf dan salah.

“Alhamdulillah MWCNU Sanden telah melaksanakan program koin NU sehingga dari dan tersebut bisa invest sebesar 30 juta guna mendukung berdirinya NU MART di PCNU Bantul. Kedepan semoga pandemic benar-benar sirna sehingga kita dapat meneruskan program yang telaj dirancang,” harapnya.

Mewakili PCNU Bantul, dokter Attobari turut berbahagia karena kegiatan lailatul ijtima sudah dimulai. Tak lupa dari PCNU Kab Bantul mengucapkan sugeng riyadi menyampaikan permohonan maaf jika ada hal yang kurang berkenan.

“Setelah 2 tahun pandemi alhamdulillah mulai bulan syawal ini sekarang seluruh MWCNU sudah mulai melaksakan kembali program yang tertunda. Hal ini patut disyukuri dengan mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat untuk jamaah dan anggota nahdliyin. Minta doa seluruh jamaah sekarang dalam tahap pembebasan tanah ( sultan ground) di daerah sumberagung untuk program perekonomian NU MART yang dikelola oleh pengurus bidang perekonomian” terang Gus Atto`.

Dalam tausiahnya KH. Muslih Sukatno menjelaskan bahwa lailatul ijtima’ artinya pertemuan pada malam hari, karena waktu malam waktu yang baik seperti kanjeng nabi menerima wahyu pada malam hari, isra mi’raj pada malam hari. Maka NU menjadikan tradisi malam hari untuk mengisi kegiatan yang bermanfaat. isi acara lailatul ijtima’ yaitu tahlil, salawat, asraqol (berdiri hormat untuk kanjeng Nabi Muhammad SAW), dan ada pengajiannya. Sebagai warga begara yang baik, setiap kumpul menyanyikan lagu Indonesia Raya. Lalu ya lal wathon untuk menggugah semangat perjuangan NU, semuanya dirangkum dalam pengajian lailatul ijtima’. Beberapa hal yang menyebabkan bala /bencana dicabut oleh Allah, diantaranya karena: 1. Ikhlas (dalam beribadah kepada Allah), 2. Doa para umat, 3. Salatnya Umat Kanjeng Nabi, barokah orang sholat sampai Allah mau mencabut bencana yang ada dibumi, 4. Bencana akan dicabut karena ada orang dhuafa.

“Setiap anak cucu Adam memiliki kesalahan, dan sebagusnya orang salah yaotu orang yang mau bertobat. Syarat tobat: Membaca istigfar, tidak mengulangi, dan mengganti dengan perbuatan yang baik. Selama bulan ramadan dosa sudah diampuni oleh Allah. Selanjutnya tinggal menyelesaikan urusan dengan sesame yaitu meminta maaf,” pungkas Kyai Muslih.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Celep RT.07 DK.02 Srigading Sanden Bantul DIY

Guru Harus Terus Belajar

Jathilan, Ikon Dusun Ceme

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Program Studi Ekonomi Syariah FAI Unpam adakan penggalangan dana gempa bumi

Image

Mahasiswa Mahad Al Imam Malik UMP Raih Juara Bahasa Arab Nasional

Image

Ekosistem Pesantren dalam Mewujudkan Manajemen Halal Supply Chain Menuju Madani Society 5.0

Image

Pentingnya Agama dan Pendidikan Sejak Dini

Image

Mata Kuliah Kehumasan

Image

Tips dan Cara Nyaman Untuk Hilangkan Bau Ketiak dan Warna Kulit Ketiak Yang Gelap

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image