Hal Yang Harus Disyukuri Setelah Pandemi Pergi

Image
Sisilia Agustiana
Lomba | Monday, 20 Sep 2021, 20:34 WIB
Foto : Time

Kini, di seluruh dunia sedang memerangi virus mematikan, sangat mudah menyebar, dan telah memakan banyak korban. Nama virusnya adalah COVID-19. Bermula di China, kasus pertama penyebaran virus corona muncul pada 17 November 2019. Dilansir dari South China Morning Post, otoritas China mengidentifikasi sedikitnya 266 orang terinfeksi virus corona di penghujung tahun 2019. Hingga hari ini, tercatat 200 juta lebih orang di seluruh dunia terinfeksi virus corona (wordometers.info). Menurut data pemerintah China, penyebaran virus ini tidak terdeteksi dan tidak terdokumentasi. Oleh sebab itu, cara terbaik untuk menghindari penyebaran virus ini adalah isolasi diri.

Semua orang pada awalnya mungkin sulit untuk melakukan segala aktivitas di rumah. Ada yang mengeluh bosan, jenuh, stress, dan lain sebagainya. Namun, perlu kita yakini bahwa ketika terjadi suatu masalah pasti akan ada solusi yang membersamai. COVID-19 mungkin menjadi salah satu masalah yang alot untuk diselesaikan. COVID-19 telah membuat keresahan bagi seluruh masyarakat di dunia tanpa terkecuali. Batas-batas terasa nyata di sekeliling kita dan COVID-19 juga telah merenggut kebebasan kita.

Tapi pernah kah kita menyadari bahwa ada keajaiban-keajaiban nyata juga yang terjadi saat ini. Semua orang, tanpa memandang suku, ras, agama, kebangsaan semuanya saling gotong royong ingin bersama-sama memulihkan diri dari pandemi ini. Semua bekerjasama untuk bisa memerangi wabah yang telah menelan banyak korban. Sejumlah dermawan turut membantu di tengah kesulitan ekonomi yang melanda. Berbagai inisiatif gerakan sosial masyarakat hadir sebagai sarana berbagi untuk orang-orang yang ingin mendermakan hartanya. COVID-19 memang telah menyerang sistem saluran pernapasan manusia, tapi juga telah menyentuh hati berbagai kalangan untuk bisa berempati terhadap berbagai kesulitan yang tengah dihadapi semua orang di dunia ini.

Andai pandemi pergi, mungkin penulis pribadi ingin mengucapkan terimakasih karena sudah memberikan pelajaran yang berharga bagi kita masyarakat dunia. Dari pandemi, penulis belajar, bahwa hidup bukan hanya tentang diri sendiri, bukan tentang memperkaya diri, dan bukan pula untuk membanggakan diri. Tapi untuk bisa berbagi, saling menghormati, dan saling memberi.

Akhir kata, penulis ingin mengutip sebuah pepatah "berat sama dipikul, ringan sama dijinjing". Selama kita masih bersama-sama, bergotong royong, dan saling menguatkan, pandemi bisa kita atasi hingga pada akhirnya kita bisa hidup normal kembali.

Referensi :

Arnani, Mela (2020). Kasus Pertama Virus Corona di China Dilacak hingga 17 November 2019. Kompas.com. Diakses melalui tautan https://amp-kompas-com.cdn.ampproject.org/v/s/amp.kompas.com/tren/read/2020/03/13/111245765/kasus-pertama-virus-corona-di-china-dilacak-hingga-17-november-2019?amp_js_v=a6&_gsa=1&usqp=mq331AQKKAFQArABIIACAw%3D%3D#aoh=16321432976458&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&_tf=Dari%20%251%24s&share=https%3A%2F%2Fwww.kompas.com%2Ftren%2Fread%2F2020%2F03%2F13%2F111245765%2Fkasus-pertama-virus-corona-di-china-dilacak-hingga-17-november-2019

https://www.worldometers.info/coronavirus/

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Image

Menangisi Kehilangan, Ihwal Manusia yang Posesif

Image

Tokoh-Tokoh Ahlusunnah wal Jama'ah

Image

Sejarah Terbunuhnya Husain bin Ali

Image

Mengenal Konsep Syiah Imamiyah dan Perkembangannya di Indonesia

Image

Kamu Harus Tahu, Ini Cara Mudah Menghapus Follower TikTok yang Menyebalkan

Image

Proses Konversi Golongan Syiah dan Khawarij

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image