SUDAHKAH PUNYA WAKTU KHUSUS UNTUK PASANGAN HALAL ANDA?

Image
Deassy Destiani
Gaya Hidup | Friday, 13 Aug 2021, 13:29 WIB

By : Deassy M Destiani

Suatu hari seorang suami curhat kepada sahabatnya, dia seringkali tidak bisa bercengkrama dengan istri yang telah dinikahinya selama 5 tahun. Pulang kerja, suami ingin sekali istrinya bisa duduk berdua dengannya dan melayaninya, tetapi ada anak yang meminta perhatian.

Jika anak sudah tidur, istri juga tertidur karena lelah seharian mengurus rumah, bisnis online dan antar jemput anak. Kapan istrinya punya waktu dengannya? Suami akhirnya merasa hidupnya hampa dan tidak dicintai istrinya lagi. Sang suami berpikir, apakah setelah menikah perempuan itu hanya butuh nafkah lahir saja? Materi terpenuhi ya sudah tidak ada lagi romantisme seperti saat awal mereka bertemu.

Rasa deg-degan, saling memuji, tatapan mata, sentuhan tangan, pelukan dan ciuman mesra seakan makin menjauh dari rumah tangganya. Sang istri tak pernah lagi berdandan cantik untuknya. Padahal waktu dulu mereka belum menikah, setiap kali si suami berkunjung ke rumah calon istrinya itu, pasti terlihat cantik dengan baju terbaru, wangi dan senyum mengembang menyambut kedatangannya. "Ah... kapankah itu terjadi lagi?" Begitu harap sang suami kepada sahabatnya.

Mengapa ada pasangan yang mengalami kejadian seperti itu? Hal ini terjadi karena istri tidak memberikan waktu khusus untuk konsisten melayani suami. Dalam satu hari waktu yang kita punya ada 24 jam. Sudah seharusnya waktu itu kita bagi sesuai dengan fitrahnya. Ada saatnya istirahat, bekerja, bersosialisasi, mengerjakan hobi, mengurus anak, merawat diri, dan memperhatikan pasangan.

Setelah menikah waktu khusus untuk memperhatikan pasangan ini seringkali diabaikan. Pertemuan tiap hari di rumah menjadi rutinitas yang membosankan.

Ingatlah satu hal, jika Anda ingin bisnis atau pekerjaan berjalan dengan baik, maka Anda harus meluangkan waktu untuk bekerja sepenuh hati dan penuh dedikasi.

Anda ingin punya sahabat? Maka Anda juga harus meluangkan waktu bersama sahabat di waktu tertentu.

Anda ingin sukses mendidik anak? Pasti ada waktu yang harus Anda luangkan untuk fokus pada anak.

Begitu pula jika Anda ingin sukses dalam membina rumah tangga, maka sediakanlah waktu khusus untuk pasangan Anda.

Seperti halnya Anda ingin membuat sebuah masakan yang enak, Anda harus tahu tahapan dan resep memasaknya terlebih dahulu. Berapa banyak garam, gula, kecap dan bumbu lainnya harus ditambahkan agar sebuah masakan bisa pas lezatnya sesuai resep yang Anda punya.

Begitupun sebuah rumah tangga. Jika Anda ingin rumah tangga bisa bertahan hingga akhir hayat maka perlu Anda usahakan, pikirkan, dan meminta resep pasangan yang telah menikah puluhan tahun. Resepnya bisa dari orangtua Anda, saudara atau orang-orang yang Anda kenal dekat. Anda juga bisa membaca resep rumah tangga langgeng dari buku-buku tokoh terkenal seperti BJ Habibie, Susilo Bambang Yudhoyono, Soeharto dan tokoh lainnya yang memberikan teladan dalam mengelola biduk rumah tangga.

Sahabat, pernikahan itu harus terus distimulasi. Bukan hanya bayi saja yang perlu distimulasi agar kecerdasannya optimal, pernikahan juga perlu stimulan agar berjalan dengan baik dan selalu penuh cinta. Jika tidak ada stimulan, suatu hari nanti rasa jenuh akan melanda. Sebab kita bertemu orang yang sama setiap hari, tidur dengannya, beraktifitas bersamanya. Namun tidak ada gregetnya lagi. Hilang rasa deg-degannya. Padahal salah satu yang membuat cinta bisa bertahan adalah adanya gemuruh di dada yang bikin jantung berdegup kencang..

Yang jelas, Anda tidak bisa memerintah otak secara otomatis untuk memberikan rasa cinta dan kasih sayang. Otak Anda harus diajak secara sadar memikirkan kebutuhan pasangan Anda. Apa sih kesukaan dia, apa yang membuatnya tergoda, apa yang membuatnya merasa dicintai, apa yang membuatnya bahagia dan apa yang membuat pernikahan Anda bisa langgeng hingga maut memisahkan.

Salah satu resep pernikahan adalah jangan biarkan pasangan Anda menerima sisa waktu yang Anda punya. Mulai sekarang cobalah buat waktu khusus untuk pasangan setiap harinya. Tidak perlu berjam-jam kok. Cukup 30 sd 60 menit saja Anda meluangkan waktu dari 24 jam itu khusus untuk melayani pasangan.

Pasti ada yang bilang, Ah.. saya sudah menyediakan waktu setiap hari buat suami loh... tetapi suaminya malah yang sibuk sendiri. Saya yang dicuekin dan seringkali minta waktunya dia. Terus dia yang marah sama saya katanya saya terlalu nuntut, cerewet lah, manja lah.

Hmmmh.... coba deh jika ada yang jawabannya sama seperti diatas introspeksi lagi.. Apakah Anda sudah berusaha menciptakan mood yang baik dengan pasangan atau belum?

Dalam salah satu kisah di buku Sukses dengan NLP yang diterbitkan oleh PLP Book dikatakan, bahwa jika kita ingin mengubah orang lain, cara pailng mudah adalah dengan mengubah diri sendiri dulu. Loh kok bisa? Dalam NLP ada sebuah kondisi yang namanya State. Nah State ini adalah kondisi pikiran dan perasaan Anda terhadap situasi di luar diri. State akan menentukan setiap tindakan kita. Jika dalam kondisi State sedih maka Anda akan menjadi orang yang pesimis, menjauhi tantangan dan berdiam diri. Tetapi jika Anda dalam kondisi State senang maka Anda akan cenderung bersemangat, fleksibel, mengambil tanggungjawab dan pro aktif dalam melihat peluang.

Daripada sibuk mengeluh suami tidak punya waktu, mengapa Anda tidak merencanakan memberikan kejutan pada suami. Mengapa Anda tidak mengeluarkan mood dan energi terbaik Anda untuk bersiap melayani suami saat pulang ke rumah. Pakailah baju terbaik, berdandan yang cantik dan wangi. Saat suami pulang, cium tangannya, peluk dia lalu berbisik, Papa mau dipijit atau mau makan dulu? dengan senyum menggoda dan pakaian yang disukai suami. Jika Anda bersemangat dan memberikan gairah terbesar Anda untuk suami, hal ini akan menular padanya.

Begitu juga jika yang bermasalah adalah sang istri. Maka suami yang bijak dia tidak akan menuntut istrinya harus begini dan begitu, tetapi berbuat baiklah untuk menyenangkan istri. Misalnya membantu pekerjaan rumah, membelikan makanan kesukaannya sehingga dia tidak perlu masak. Mengajak jalan-jalan berdua, atau memberinya kejutan di tengah malam. Insya Allah istri Anda akan semangat melayani dan memberikan cintanya seperti saat pertama kali bertemu.

Pasangan yang satu sama lain sudah tidak tertarik biasanya terjadi karena satu sama lain sudah tidak saling memikirkan bagaimana agar hubungan ini menjadi menarik lagi. Yang satu meminta dilayani, yang lain capek harus melayani. Ya sudah gak lama cerai deh kalau kejadianya begini.

Menjalani pernikahan sangat penting untuk membangkitkan gairah dan mood terhadap pasangan. Apalagi dengan berjalannya waktu, dimana fisik tidak muda lagi, sudah banyak keriput dan uban. Maka gairah kepada pasangan itu harus direncanakan, dipikirkan, diciptakan, dan dikondisikan.

Mood tercipta karena ada rasa kagum, terpesona, termotivasi, dan perasaan senang. Maka otak kita harus mencari hal apa yang membuat kita mood terhadap pasangan. Mencarinya bagaimana? Sering-seringlah mengabiskan waktu bersama pasangan Anda. Selain itu, saat Anda tidak bersamanya pikirkanlah apa kira-kira yang bisa membuatnya bahagia. Semakin sering Anda memikirkan pasangan maka hasilnya akan semakin langgeng pernikahan Anda.

Tataplah wajah pasangan Anda, cobalah lakukan saat dia tertidur pulas di sisi Anda. Jika Anda memutuskan untuk menikahinya dan menerima lamarannya, itu artinya dia sangat pantas mendapatkan cinta, kasih sayang, waktu dan energi penuh dari Anda. Nikmatilah waktu bersamanya sebelum Anda menyadari bahwa Anda sangat takut kehilangannya.

Pustaka :

27 NLPers, Sukses dengan NLP (Neuro Linguistic Programming), 2016. PLPBook. Jakarta.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Seorang istri, ibu dua anak, guru paud, pebisnis rumahan yang suka nulis dan tinggal di Yogya. Yuk folow saya biar kita bisa kenalan.

Artikel Terkait

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Generasi Milenial Melek Ziswaf: Bangkitkan Keterpurukkan dengan Industri Digital Syariah

Image

Pinjaman Online ; Sebuah Gaya Hidup Untuk Memenuhi Kebutuhan dan Keinginan.

Image

Menyambung Hidup dari Pinjol ke Pinjol ; Realita dan Problematika.

Image

Millenial, Arsitek Masa Depan Ekonomi Syariah

Image

Waspadai Varian Omnicron, Sedia 'Payung Sebelum Hujan'

Image

Polisi Tangkap Buronan Kasus Mutilasi di Bekasi

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image