Minum Kopi itu Bergantung Pada Niat

Image
Mohamad Su'ud
Eduaksi | Sunday, 08 May 2022, 20:23 WIB

Ha ha ha.

Apa hubungannya minum kopi dengan niat? Awalnya saya juga bingung, kenapa menulis judul ini. Hihi. Coba deh, kita baca tulisan ini. Siapa tahu bermanfaat bagi saya dan para pembaca?

------

Pagi ini, atas permintaan saya, sengaja istri tidak membuatkan secangkir kopi. Karena saya berniat nyruput kopi di rumah teman.

Jam 08.00 pagi, kepala sudah terasa berat karena terlambat minum kopi biasanya jam 06.00 sudah tersedia kopi di meja makan.

Segera saya meluncur ke rumah bapak Sugimo, kurang lebih 300 meter dari rumah. Beliau lagi santai sambil menunggu dagangan sepatu, sandal, dan sejenisnya.

----

Saya niatkan silaturahim sambil meminum kopi atau sebaliknya, minum kopi plus silaturahim. Hehe. Keduanya kesampaian.

Kami ngobrol ngalor-ngidul tentang perkembangan perolehan siswa baru. Bapak Sugimo, baru 2 tahun menjabat kepala SMP Muhammadiyah 10 Modo, setelah sebelumnya dijabat Bapak M. Rofiq. "Alhamdulillah, sudah mendapatkan 23 siswa baru untuk tahun 2022/2023," kata penghobi olahraga badminton, ini. "Sebuah prestasi yang luar biasa," respon saya.

Ngopi bersama Bapak Sugimo (Kanan)

-----

Minum kopi bersama teman memang "sesuatu" banget, apalagi punya maksud sambil sharing dan melepas kepenatan.

Manusia membutuhkan obat jiwa dan diantara obatnya di peroleh dengan saling sapa, silaturahim, ngobrol dengan teman. Tidak cukup hanya ngopi tapi ada sisi lain yang ingin diraih (diniatkan). Tentu tidak mengurangi kesan santai dan rileks.

Ada persoalan-persoalan tertentu, yang rumit di meja rapat, tapi bisa terurai ketika sambil santai dan leyeh-leyeh. Bahkan, mungkin diantara anda, yang aktifis subtansi bisa muncul di meja warkop. Hehe.

———-

Ini juga sering saya lakukan, ketika bepergian, saya singgah di warung kopi, selain mengusir ngantuk, juga saya niatkan sambil mencari "hal baru".

Ada hal yang tidak disadari oleh banyak orang, bahwa ketika langkah kaki menginjak di suatu tempat/lokasi (apalagi yang baru), itu hakekatnya kita sedang "membangun" konektivitas alam atau meciptakan getaran baru. Getaran itu akan menjadi medan magnet, yang menarik lingkungan sekitar.

Semisal, kita singgah di sebuah tempat, rumah makan, kedai kopi. Kita berjumpa dengan orang-orang baru yang sebelumnya tidak kita kenal, maka pada saat yang sama alam akan memasukkan ke dalam perbendaharaan-kamus pribadi. Semakin banyak "entri" baru, semakin lengkap pula kamus diri kita.

Walaupun, mereka belum kenal dengan kita, tapi ruh akan mempertemukan kita dengan mereka. Maka jangan enggan untuk berkenalan atau menyapa dengan orang "asing". Karena dari sini anda telah melakukan input data.

————-

Duduk boleh satu tempat, sama-menghirup kopi, tapi niatan pelaku dan substansinya yang membedakan. Benar sekali hadis nabi, "Segala sesuatu tergantung pada niatnya dan dia akan mendapatkan apa yang dia niatkan"

Di situlah saya memaknai bahwa hadits itu bermaksud bahwa hadirnya fisik tidak menjamin hadirnya hati. Maka alangkah baiknya, agar kita tidak merugi, fisik harus menyertakan hati. Hati (niat) yang akan membedakan, antara orang yang sekedar ngopi atau ngopi yang bernilai plus, plus.

Alhamdulillah, cara termuda dan murah, "ngopi" yang bermakna.

——————-

Chat whatsapp masuk dari istri, "Kang, krawunya sudah menunggu". Alhamdulillah, kopi sudah habis dan obrolan juga sudah selesai, namun belum tuntas. Saya kembali pulang, sarapan pagi sudah siap di meja. Bersama istri dan anak, kami makan dengan nikmat.

Terima kasih Bapak Sugimo.

Nasrun Minallah.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Aktifis Muhammadiyah. Saat ini aktif menulis dan editor beberapa buku. Juga mengelola beberapa channel kajian di telegram.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Menikah Lagi, Masa Lalu Vincent Raditya Ternyata Broken Home?

Image

Lebih Dekat dengan Soekiman Wirjosandjojo

Image

Tingkatkan Pengawasan Orang Asing Di Cilacap, Imigrasi Cilacap Gelar Rakor Timpora

Image

Fatmawati: antara Cinta dan Poligami

Image

Stop Pencurian

Image

Jalan Panjang Idaqu untuk Mendistribusikan Bantuan ke Cianjur

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image