Antara Riya’ Dan Sum’ah

Image
Muhammad Bambang
Agama | Wednesday, 04 Aug 2021, 09:06 WIB

Dalam beribadah ada penyakit hati yang perlu kita waspadai. Karena penyakit ini akan merusak nilai dari amal itu sendiri. Penyakit hati itu adalah riya dan sum'ah. Terus apa sih perbedaan antara riy'a dan sum'ah?

Berikut perbedaan secara sederhana antara riya dengan sum ah. Dikatakan riya karena melakukan amal perbuatan yang kelihatannya dilakukan karena Allah Shubhanahu wa Taala namun sejatinya bathinnya berniat supaya diperhatikan orang, seperti halnya orang yang sedang melakukan sholat atau bersedekah namun ingin mendapatkan pujian manusia.

Sedangkan sum ah merupakan perbuatan memperdengarkan perkataannya yang secara dhohir untuk Allah Shubhanahu wa Taala akan tetapi mempunyai tujuan untuk selain untuk Allah. Contohnya orang yang sedang membaca al-Qur an atau berdzikir, berceramah, serta lainnya dari amalan lisan namun mempunyai tujuan supaya dipuji manusia bahwa dia mempunyai suara indah.

Jadi cukuplah jelas perbedaan antara riya dan sum ah.

Terhadap penyakit hati ini kita perlu hatihati, karena akan merusak nilai amalan kita. Hal ini selaras dengan sabda Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam:

Artinya : Barangsiapa yang berdiri karena riya dan sum ah, maka Allah akan membuka serta memperlihatkan aibnya kelak pada hari kiamat . [HR Ahmad 37/7 no: 22322].

Penyakit riya ini bisa terjadi bukan hanya ketika seseorang menginginkan supaya dipuji dan disanjung sama orang lain, akan tetapi juga bisa terjadi manakala seseorang berusaha menghindar dari celaan manusia. Seperti halnya, seseorang yang memperbagusi sholatnya supaya tidak dikatakan sholatnya ngebut, cepat sekali.

Hal ini sesuai dengan hadist berikut ini

Rasulallah Shalallahu alaihi wa sallam pernah keluar dari rumahnya, lalu bersabda:

Artinya : Wahai manusia, hati-hatilah kalian dari kesyirikan yang tersembunyi . Maka para sahabat bertanya: Wahai Rasulallah, apa kesyirikan yang tersembunyi itu? Beliau menjawab: Seseorang yang berdiri mengerjakan sholat, lalu dirinya memperbagusi sholat dengan sungguh-sungguh tatkala ada manusia yang melihat kepadanya. Itulah yang dinamakan syirik yang tersembunyi . [HR Ibnu Khuzaimah 2/67 no: 937. Dinyatakan hasan oleh al-Albani dalam shahih Targhib wa Tarhib 1/119 no: 31].

Akhirnya saya tutup tulisan ini dengan mengucapkan segala puji hanya bagi Allah Shubhanahu wa Taala Rabb seluruh makhluk. Shalawat serta salam semoga senantiasa Allah curahkan kepada Nabi kita Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam , kepada keluarga beliau serta para sahabatnya. Dan semoga kita terhindar dari penyakit riya dan sum ah. Dan kita semoga selalu mempunyai hati yang ikhlash karena Allah Ta ala . Aamiin

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Artikel Lainnya

Image

Semakin Banyak Anak Muda Aceh yang Melek Saham

Image

Cara Riset Kata Kunci Untuk Artikel Blog, Berikut Cara Mudahnya!

Image

Perlukah PPN Pendidikan?

Image

Garda Terdepan, Covid-19 Segera Padam

Image

Pembelajaran Di Saat Pandemi

Image

LAZ Harfa Salurkan Bantuan untuk Penyintas Banjir di Kabupaten Pandeglang

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image