Hukum Berjualan dengan Vending Machine

Image
Muhammad Bambang
Agama | Sunday, 01 Aug 2021, 08:59 WIB

Diera serba teknologi ini keberadaan mesin sebagai alat berjualan bukanlah hal yang susah ditemui. Di bandara, rest area, stasiun kereta dan lainnya tentunya keberadaan vending machine sudahlah lazim digunakan untuk berjualan.

Nah bagaimana menurut pandangan agama Islam?

Dalam transaksi jual beli ada syarat sah tidak jual beli salah satunya harus ada ijab kabul. Nah bagaimana dengan vending machine ini?

Ulama dari kalangan Hanafiyah, Malikiyah, dan Hambali menyatakan bahwa ada dua bentuk akad jual beli, yaitu perkataan (ucapan) dan perbuatan atau dengan istilah muaathah

Bentuk akad perkataan semisal dengan ucapan penjual saya menjual barang ini kepadamu, dan pembeli menerima dengan ucapan saya membeli barang ini darimu atau saya terima.

Sementara untuk akad bentuk perbuatan seperti pembeli cukup meletakkan uang dan penjual menyerahkan barangnya. Transaksi muaathah ini biasa kita temukan dalam transaksi di pasar, supermarket, dan mal-mal.

Menurut pendapat ulama Syafiiyah melarang ijab kabul hanya dalam bentuk perbuatan atau menurut ulama Syafiiah harus ada ucapan dalam ijab kabul. Mereka beralasan bahwa perbuatan tidak menunjukkan adanya iwadh atau timbal balik. Sehingga jual beli muaathah semacam ini menurut ulama Syafiiyah tidaklah sah.

Ulama Imam Nawawi rahimahullah mengatakan bahwa yang masyhur dalam madzhab Syafii, jual beli haruslah dengan ijab kabul. Jual beli tidaklah sah jika hanya dengan muaathah, baik dilakukan dalam jual beli yang sedikit maupun banyak. Inilah pendapat Imam Asy-Syirazi dan jumhur ulama.

Namun, ada pendapat yang masyhur yang berbeda dari Ibnu Suraij bahwa jual beli muaathah itu sah. Imam Nawawi rahimahullah juga menyatakan bahwa selama transaksi yang dilakukan dianggap sebagai bai (jual beli), maka dianggap sah walau dilakukan dengan cara muaathah. Pendapat ini dipegang juga oleh sekelompok ulama Syafiiyah.

Bagaimana mensikapi adanya perbedaan pendapat tersebut? Kita kembalikan kepada Al Qur'an

Allah Taala berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 275,

Artinya : Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. (QS. Al-Baqarah: 275).

Dalam ayat tersebut Allah Ta'ala membolehkan jual beli dan tidak membatasi dengan masalah bentuk akad.

Kalau kita lihat berdasarkan urf (kebiasaan masyarakat) dimana si pembeli menerima barang dan penjual mengambil uang, maka itu sudah menunjukkan saling rida keduanya.

Dan keridaan ini sejalan dengan firman Allah Taala berfirman dalam Al Qur'an surat An-Nisa: 29,

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka (saling rida) di antara kalian. (QS. An-Nisa: 29).

Jadi kesimpulannya, jual beli menggunakan Vending Machine tanpa ada kata-kata dalam berakad, tetap sah. Wallahu alam bish showab.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Image

Pagebluk dan Wajah Murung Pendidikan Indonesia

Image

Jangan Kau Beri Tahu Kepada Mereka

Image

Andai pandemi pergi, MAHASISWA KESEHATAN MEMBUTUHKAN PRAKTIKUM DI LAPANGAN BUKAN SEKADAR TEORI

Image

Enam Tip Memilih Reksa Dana Terbaik untuk Pemula, Nomor 2 Sering Disepelekan

Image

PANDEMI CORONA MEREDA SEMUA KEMBALI CERIA

Image

Kapan dan Bagaimana Pandemi COVID Pergi Meninggalkan Kita

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image