Peluang dan Potensi Asuransi Syariah di Indonesia pada Masa Pandemi

Image
resti fauziah
Bisnis | Wednesday, 21 Jul 2021, 20:34 WIB

Perkembangan industri keuangan syariah di Indonesia telah diakui dunia. Potensi ekonomi syariah di Indonesia terbilang sangat menggiurkan. Menurut catatan Refinitiv Islamic Finance Development Report 2020 (Thomson Reuters Research), Indonesia menempati urutan ke-2 secara global sebagai The Most Developed Countries In Islamic Finance, karena tingginya kelengkapan regulasi serta riset mengenai industri keuangan syariah.

Namun, menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menunjukkan bahwa porsi Industri Keuangan Non-Bank termasuk di dalamnya terdapat asuransi syariah, hanya mencapai 4,43% per September 2020. Dengan demikian, ini berarti belum meluasnya market share keuangan syariah di Indonesia secara nasional.

Industri asuransi syariah di Indonesia memiliki potensi atau prospek yang cukup menjanjikan. Hal ini dikarenakan mayoritas penduduk di Indonesia beragama Islam. Selain itu, akhir-akhir ini terjadinya peningkatan halal awareness di kalangan anak muda atau milenial serta kalangan menengah. Sehingga, semakin meningkatnya kebutuhan terhadap barang dan jasa serta layanan keuangan yang memenuhi prinsip-prinsip syariah.

Potensi asuransi syariah beriringan dengan kesadaran milenial dalam hal berinvestasi yang terus meningkat. Terlebih lagi, kondisi pandemi saat ini dan bencana yang menimpa Indonesia mengalami peningkatan. Oleh karena itu, kebutuhan jasa perlindungan pun ikut meningkat. Di masa pandemi saat ini, dapat terlihat bahwa banyak masyarakat yang terpapar, baik secara finansial maupun psikologis dan sebagainya, hal tersebut termasuk indikator dari meningkatnya kesadaran anak muda terhadap asuransi syariah.

Semua sektor termasuk industri keuangan syariah, tidak terkecuali asuransi syariah pun terkena dampak dari adanya pandemi Covid-19. Meskipun dalam kontribusi mengalami pertumbuhan, tetapi terdapat perlambatan juga dalam beberapa indikator. Dilansir republika.co.id, kontribusi asuransi jiwa syariah sepanjang 2020 tercatat sebesar Rp 14.845 miliar yang sebelumnya Rp 13.922 miliar pada tahun 2019. Namun secara aset mengalami penurunan dari Rp 37.487 miliar pada tahun 2019 menjadi Rp 36.317 miliar pada tahun 2020.

Industri asuransi syariah di Indonesia memiliki peluang dan potensi yang sangat besar untuk terus berkembang dan bertumbuh. Hal tersebut didukung oleh adanya peningkatan jumlah proporsi penduduk Muslim milenial yang semakin sadar untuk berinvestasi syariah. Menurut Emir, Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), dalam tiga tahun ke depan potensi bisnis asuransi syariah diperkirakan akan meningkat menjadi Rp 9,6 triliun sampai Rp 10 triliun.

Untuk menangkap peluang dari asuransi syariah, pemangku kepentingan khususnya di bidang industri asuransi syariah perlu meningkatkan dan terus berupaya agar tingkat literasi serta pemahaman mengenai asuransi syariah terus meningkat. Karena tingkat literasi di Indonesia masih sangat minim atau rendah. Sesuai dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di antara seribu orang itu hanya ada 25 orang yang paham terkait dengan asuransi syariah di Indonesia. (Resti Fauziah)

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Image

Pembelajaran Abad 21

Image

Tim Misi Kemanusiaan feat OSIS SMA Malahayati, Berbagi Masker Gratis Untuk Masyarakat

Image

Partai Politik: Dapatkah Memperkuat Demokrasi?

Image

Beli Rumah Secara Online, Tidak Cocok Uang Booking Bisa Direfund 100%

Image

Perkuat Ketahanan Pangan, Provinsi Banten Perluas 37 Hektare

Image

3 Langkah Mudah Menebus Saham Right Issue dan Warrant

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image