3 Tip Disiplin Diri Menjaga Tujuan Investasi Saham

Image
Setyo Sudirman
Eduaksi | Monday, 05 Jul 2021, 13:18 WIB

Salah satu indikator kesuksesan seseorang dalam investasi saham adalah tujuan investasi. Seorang investor saham yang baik tentu saja memiliki tujuan investasi yang jelas.

Namun tak berhenti di tujuan investasi yang jelas, pada dasarnya seorang investor saham membutuhkan kedisiplinan dalam investasinya. Kedisiplinan yang dimaksud adalah disiplin menjaga agar investor berkomitmen dengan tujuan investasi itu sendiri.

Disiplin dengan tujuan investasi ini bukan perkara mudah karena ada banyak godaan dalam perjalanan investasinya. Godaannya tentu saja godaan untuk menjual saat harga sudah menunjukkan cuan dan godaan saat harga menunjukkan kerugian.

Nah, tidak disiplin dengan tujuan investasi sama artinya dengan membiarkan emosi menguasai. Memang untuk disiplin itu pada dasarnya tidak mudah. Banyak investor gampang terbawa emosi. Apalagi, saat ini investasi saham sudah sangat mudah, semisal dengan aplikasi IPOT besutan Indo Premier Sekuritas. Investasi saham sudah sudah 100% online.

Dalam investasi saham disiplin adalah tindakan untuk mengekang diri. Disiplin sama artinya melawan keinginan untuk mengabaikan tujuan investasi karena tergoda dengan keinginan sesaat.

Nah, karena disiplin itu bisa dilatih maka dibutuhkan tip agar benar-benar bisa disiplin dengan tujuan dalam investasi sahamnya:

1. Tempel Peringatan untuk Disiplin

Supaya mudah diingat dan mudah dilihat, sangat dianjurkan untuk menempelkan suatu tulisan yang berisi peringatan untuk tetap konsisten dengan tujuan investasi dan tidak mudah terbawa emosi sesaat, saat membuat platform dan aplikasi investasi saham. Usahakan tulisan peringatan ini ditempelkan di tempat yang mudah terlihat, entah di dinding, di meja kerja atau layar monitor. Dengan begitu, peringatan untuk disiplin itu gampang diliat dan diingat.

2. Kenali Gejala Emosi

Emosi yang berlebihan saat melihat layar pasar saham, teristimewa saat melihat saham-saham yang dikoleksi, tentu perlu diwaspadai. Misalkan, tiba-tiba keringat dingin atau cemas yang berlebihan saat melihat sahamnya memerah, tentu ini tidak sehat dan tanda kalau diri sedang dikuasai emosi. Begitu juga saat terlalu gembira saat melihat sahamnya menghijau sehingga tergoda untuk menjualnya, ini juga tanda emosi yang tidak sehat. Entah sedang cemas atau gembira yang berlebihan, tentu ini tidak baik untuk membuat keputusan, terutama terkait keputusan untuk saham yang dimiliki. Dalam keadaan sedang dikuasai oleh emosi, seseorang memang sangat tidak dianjurkan membuat keputusan. Dalam kondisi seperti ini, ada baiknya investor ingat kembali tujuan investasinya dan segera menutup platform atau aplikasi investasi sahamnya. Seseorang yang gampang terpengaruh emosi, biasanya melakukan keputusan ekstrem seperti panic buying atau panic selling.

3. Kurangi Interaksi dengan Pasar Saham

Investor yang sudah memiliki tujuan investasi yang jelas, tentu tidak perlu sering melihat pasar. Mengurangi interaksi dengan pasar termasuk cara yang cukup efektif dalam menjaga emosi biar tidak gampang terpengaruh. Setelah melakukan analisis fundamental dan teknikal hingga sampai keputusan mentransaksikan saham untuk tujuan tertentu, segera tutup platform atau aplikasi saham dan lakukan kegiatan lainnya. Selanjutnya, lakukan analisis dan pemantauan sahamnya dengan frekuensi yang tidak terlalu sering.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Artikel Lainnya

Image

Menangisi Kehilangan, Ihwal Manusia yang Posesif

Image

Tokoh-Tokoh Ahlusunnah wal Jama'ah

Image

Sejarah Terbunuhnya Husain bin Ali

Image

Mengenal Konsep Syiah Imamiyah dan Perkembangannya di Indonesia

Image

Kamu Harus Tahu, Ini Cara Mudah Menghapus Follower TikTok yang Menyebalkan

Image

Proses Konversi Golongan Syiah dan Khawarij

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image