Dorong Konsumsi Obat Herbal, Mahasiswa Undip Sosialisasikan Simplisia

Image
Hayu Pratiwi
Teknologi | Friday, 04 Jun 2021, 15:54 WIB
Hanuna, Mahasiswa Undip memberikan brosur cara pembuatan obat herbal kepada masyarakat Sekaran, Sabtu (29/05)

SEMARANG - Di tengah pandemi Covid-19, konsumsi obat herbal mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Melihat hal tersebut, Hanuna, salah satu mahasiswa yang tergabung dalam TIM 1 KKN Tematik Undip di Gunungpati mencoba mengedukasi masyarakat Sekaran tentang pembuatan obat herbal, Sabtu (29/05).

Sejak zaman nenek moyang, obat herbal menjadi salah satu alternatif pengobatan berbagai penyakit yang telah dipercaya secara turun-temurun khasiatnya. Ada berbagai macam obat herbat yang dikonsumsi masyarakat, salah satunya adalah yang terbuat dari tanaman herbal

Keberadaannya tanaman herbal yang sangat melimpah di Indonesia membuat masyarakat lebih mudah menjangkaunya. Pengobatan ini juga relatif lebih ramah di kantong daripada pengobatan lain. Tak hanya itu, berbagai khasiat yang ditawarkannya cukup meyakinkan masyarakat untuk memilih pengobatan ini.

Selama ini keberadaan tanaman herbal disekitar masyarakat seringkali belum dimanfaatkan dengan baik. Padahal tiap bagian dari tanaman tersebut memiliki manfaat bagi tubuh.

Berangkat dari hal tersebut, Hanuna mencoba mengedukasi masyarakat mengenai cara pembuatan obat herbal Simplisia daun dan rimpang. Simplisia sendiri berarti bahan alam yang dikeringkan dan belum diolah lebih lanjut yang dapat digunakan sebagai pengobatan.

"Edukasi ini selain mengajak masyarakat untuk kembali mengkonsumsi obat herbal juga diharapkan bisa mengajarkan masyarakat menghasilkan obat yang bermutu sehingga tidak menimbulkan efek yang buruk.", ujar Hanuna

Cara pembuatan simplisia ini tergolong cukup sederhana, setelah mengumpulkan bahan yang diperlukan, lakukan soratasi basah dengan membersihkan kotoran, bahan asing, dan bagian lain tanaman yang tidak di inginkan

Setelah itu, lakukan pencucian dengan alir mengalir, tiriskan, lalu potong daun secara melintang dengan lebar sekitar 2cm, lakukan pengeringan dibawah sinar matahari dengan tutup kain hitam, lakukan sortasi kering kembali, dan yang terakhir pastikan simpan di wadah yang kering dan tertutup dalam suhu ruang yang terlindung dari sinar matahari langsung.

"Pastikan simplisia dalam keadaan baik. Jika dari daun, bila diremas maka akan bergemerisik dan menjadi serpihan. Kalau dari rimpang pastikan bahwa mudah dipatahkan", ujar Hanuna dalam sosialisasinya.

Ada beragam cara untuk mengkonsumsi simplisia. Masyarakat bisa langsung menyeduh dengan air panas, atau bisa dikonsumsi dalam bentuk serbuk yang kemudian dimasukan ke dalam cangkang kapsul.

Tak lupa, Hanuna juga memberikan rekomendasi tanaman yang bisa dijadikan simplisia mulai dari daun jambu biji yang kaya antioksidan, hingga jahe merah yang di masa pandemi ini sangat berguna untuk menjaga daya tahan tubuh.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Image

Lomba Membuat Komik: Pahlawan Anticovid

Image

Andai Pandemi Pergi : Jalani Cerita Hari Ini

Image

Badan Pengelola Keuangan Haji Menurut Pandangan Ekonomi Institusi

Image

NU, Pesantren dan Ekonomi Syariah

Image

Andai Pandemi Pergi, Merdekalah Kami

Image

Mental rakyat Indonesia dimasa Pandemi

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image