Kontribusi Pemuda dalam Memperkuat Perbankan Syariah

Image
Rega Felix
Olahraga | Thursday, 13 May 2021, 01:11 WIB
suasana sidang perkara nomor 12/PUU-XIX/2021 tanggal 28 April 2021, sumber : mkri.id
suasana sidang perkara nomor 12/PUU-XIX/2021 tanggal 28 April 2021, sumber : mkri.id

Pemuda mempunyai peran penting bagi bangsa dan negara. Bung Karno pernah menyatakan beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, dan beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncang dunia. Dari pandangan Bung Karno menunjukan bahwa pemuda mempunyai peran besar bagi kehidupan bangsa. Sejarah telah membuktikan bahwa pemuda mempunyai peran yang penting bagi kehidupan bangsa. Di era reformasi, peluang pemuda untuk memperjuangkan kebenaran semakin terbuka lebar karena sistem ketatanegaraan Indonesia yang berbeda dengan pada masa sebelum reformasi.

Perbedaan sistem ketatanegaraan Republik Indonesia setelah reformasi salah satunya adalah lahirnya Mahkamah Konstitusi. Mahkamah Konstitusi mempunyai kewenangan menjaga hak asasi manusia sebagai hak konstitusional setiap warga negara, berdasarkan hal tersebut setiap warga negara saat ini mempunyai hak untuk memperjuangkan kebenaran melalui Mahkamah Konstitusi. Hak tersebut diberikan kepada setiap warga negara, sehingga pemuda sebagai bagian dari warga negara juga dapat memperjuangkan kebenaran yang diyakininya berdasarkan konstitusi melalui Mahkamah Konstitusi.

Selain dari segi ketatanegaraan, banyak perubahan sistem setelah Indonesia reformasi, salah satunya adalah di bidang ekonomi. Lahirnya ekonomi syariah dianggap sebagai solusi atas permasalahan ekonomi bangsa saat ini. Ekonomi syariah lebih mengedepankan aspek sosial keadilan dibandingkan dengan ekonomi konvensional. Ekonomi syariah dapat lebih sustainable untuk menghadapi permasalahan yang terjadi saat ini. Hal ini terbukti ketika krisis keuangan global tahun 2008 yang menjadi bukti lemahnya sistem ekonomi konvensional, sedangkan sistem ekonomi syariah mampu bertahan, berdasarkan hal tersebut ekonomi syariah dianggap sebagai solusi atas permasalahan ekonomi yang tidak mampu dijawab oleh sistem ekonomi konvensional. Saat ini perbankan syariah menjadi lokomotif utama dari pertumbuhan ekonomi syariah. Pertumbuhan perbankan syariah mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Namun, perlu disadari pertumbuhan yang tinggi perlu diimbangi dengan landasan hukum yang kuat. Kerangka regulasi hukum menjadi pondasi dasar untuk menopang pertumbuhan perbankan syariah. Jika landasan hukum tidak kuat, maka sebesar apapun bangunan perbankan syariah pada akhirnya akan runtuh juga.

Tidak dapat dipungkiri bahwa pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia tidak lepas dari polemik di masyarakat. Masih banyak perdebatan di masyarakat yang mempertanyakan keabsahan transaksi di perbankan syariah yang menyebabkan keraguan untuk bertransaksi di perbankan syariah. Anehnya perkembangan keraguan masyarakat berbanding lurus dengan perkembangan perbankan syariah itu sendiri. Polemik yang terjadi di masyarakat bukan suatu yang harus didiamkan, karena jika terus didiamkan akan berdampak pada rapuhnya bangunan perbankan syariah itu sendiri. Pertumbuhan perbankan syariah jangan hanya diukur secara kuantitas saja tetapi harus diimbangi dengan kualitas. Kualitas perbankan syariah yang baik tentu akan menciptakan kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap perbankan syariah itu sendiri.

Permasalahan keabsahan transaksi perbankan syariah yang menjadi perdebatan di masyarakat disebabkan oleh tiga hal. Pertama, kekurangpahaman masyarakat terhadap produk perbankan syariah serta karakteristiknya dalam sistem hukum di Indonesia. Kedua, dari lembaga perbankan syariahnya sendiri yang tidak menjalankan prinsip syariah sebagaimana mestinya. Ketiga, disharmonisasi dari peraturan di Indonesia itu sendiri yang menciptakan penafsiran ganda. Untuk menyelesaikan permasalahan disharmoni peraturan yang menyebabkan banyak misinterpretasi di masyarakat, Rega Felix, seorang advokat yang berusia cenderung muda, mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi dengan nomor perkara : 12/PUU-XIX/2021. Melalui permohonannya Rega Felix menguji Pasal 23 undang-undang pokok agraria (UUPA) yang menurutnya penafsiran atas konsep peralihan hak milik dalam UUPA menciptakan perdebatan yang menghambat akses masyarakat terhadap layanan perbankan syariah yang mudah dan aman. Menurutnya Pasal 23 UUPA dapat menjadi hambatan hukum bagi perkembangan perbankan syariah, terlebih sampai dengan saat ini tidak ada pembatalan terhadap pasal tersebut. Berdasarkan hal tersebut adalah wajar jika masyarakat saat ini masih berbeda pendapat soal keabsahan transaksi perbankan syariah. Menurut Rega Felix akar masalah perdebatan di masyarakat adalah bagaimana kita memahami sistem hukum benda (tanah) di Indonesia terutama terhadap konsep hak milik sebagaimana dimaksud Pasal 23 UUPA, karena itu diperlukan tafsir konstitusional terhadap pasal tersebut.

Rega Felix berharap dengan adanya putusan MK atas perkara nomor 12/PUU-XIX/2021 sebagai putusan yang final and binding akan mengurangi perdebatan di masyarakat terhadap keabsahan transaksi di perbankan syariah. Dengan adanya kejelasan hukum atas transaksi perbankan syariah, Rega Felix berharap hal ini akan mengembalikan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan syariah. Mengingat pentingnya putusan Mahkamah Konstitusi tersebut kelak, Rega Felix juga menyarankan kepada segenap masyarakat khususnya insan perbankan syariah untuk mengawal perkembangan perkara tersebut di Mahkamah Konstitusi.

Bahwa dengan adanya judicial review tersebut membuktikan bahwa untuk berkontribusi secara nyata dalam rangka memperkuat perbankan syariah tidak dibatasi pada usia. Dari contoh di atas seorang pemuda milenial telah membuktikan melalui judicial review, pemuda dapat berkontribusi bagi penguatan landasan hukum perbankan syariah. Tentu hal ini juga dapat dilakukan oleh seluruh pemuda di Indonesia agar perbankan syariah di Indonesia terus dapat bertumbuh dan memberikan kontribusi berarti bagi bangsa dan negara.

#retizencompetition

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Image

Melalui Program PMM, Mahasiswa UMM Ajak Anak-Anak untuk Mulai Membranding Diri Melalu Sosial Media

Image

Menulis di Era Terhubung (3): Mengasah Pikiran, Mengasuh Perasaan

Image

Konsep dan Implementasi Akad Qardh pada Perbankan Syariah

Image

Merajut Mimpi Ditengah Badai

Image

Bagaimana Cara Memotivasi Anak Untuk Belajar?

Image

PENGARUH INTERAKSI SOSIAL DALAM DUNIA PENDIDIKAN

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image