Ditanam di Bawah Kulit, Mikrocip Buatan Militer AS Ini Bisa Deteksi Covid

Image
Koiyudh
Teknologi | Tuesday, 20 Apr 2021, 04:45 WIB
Sumber: Mashable


Laboratorium milik militer Amerika Serikat baru saja mengembangkan cip sensor berukuran supermini alias mikrocip yang dapat mendeteksi Covid-19 dalam hitungan menit. Mikrocip ini bekerja dengan cara ditanam di bawah kulit dan dapat kasih sinyal bila ada virus masuk tubuh.

Pengembangnya adalah Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA). Ia adalah lab militer yang berada di bawah Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

Mikrocip ini dibungkus semacam material hijau seperti gel sekilas mirip cendol. DARPA mengatakan, setelah diimplan, mikrocip ini bisa menampilkan informasi reaksi kimia yang sedang terjadi pada tubuh. Ia juga dapat memberi sinyal pada penggunanya bahwa gejala Covid-19 bakal muncul pada hari-hari berikutnya.

"Kita bisa memperoleh informasi itu dalam hitungan tiga sampai lima menit," ujar pensiunan Kolonel Matt Hepburn yang bekerja bertahun-tahun di DARPA, Selasa (20/4) waktu setempat.

Hepburn bilang, mikrocip ini dapat digunakan terhadap personel angkatan laut AS. Terutama pascamunculnya klaster Covid-19 di kapal perang USS Theodore Roosevelt. Sebanyak 1,271 kru kapal tersebut terkonfirmasi positif Covid.

Hepburn menambahkan, melalui implan ini darah bisa terus dicek secara kontinu. Saat sinyal muncul maka pengguna dapat langsung melakukan tes lanjutan Covid-19. Perangkat ini, kata dia, memungkinkan pihaknya memudahkan pelacakan virus dan mencegah penyebarluasannya.

Bagi penggemar teori konspirasi, dugaan dan pertanyaan berikut mungkin langsung terlintas di kepala. Jangan-jangan dipakai buat melacak lokasi pengguna?

Well, DARPA sih membantah itu. Sejauh ini ya...Mereka mengeklaim tidak ada fitur semacam itu di mikrocip buatan mereka.

Mikrocip sebenarnya sudah digunakan cukup lama dalam dunia kesehatan. Pada 2004 misalnya badan makanan dan obat obatan AS atau U.S. Food and Drug Administration (FDA) menyetujui perangkat mikro berbasis radio frequency identification device (RFID) bernama VeriChip. Dokter menggunakannya untuk memonitor catatan kesehatan pasien sehingga dapat melakukan asesmen cepat. Mikrocip juga telah digunakan untuk memonitor kesehatan jantung.

*Sumber artikel: Mashable

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Jangan-jangan aku memang Ambivert?

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Image

Generasi Milenial Pilar Utama Gerakan Filantropi

Image

Ngabuburit Ramadhan: Lifestyle Mahasiswa di Mesir

Image

Destinasi Wisata Alun-alun Kejaksan, Tempat Ngabuburit Favorit di Kota Cirebon

Image

Penyekatan di Tol Pasteur Menjelang Lebaran

Image

Tempe Mendoan, Menu Takjil Kesukaan Masyarakat

Image

Penggunaan Media Pembelajaran Sederhana

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@rol.republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image