Berbuka Puasa dengan Kurma? Ini 7 Manfaatnya Secara Ilmiah

Image
Yudha Manggala P Putra
Kuliner | Tuesday, 20 Apr 2021, 02:50 WIB
Sumber foto: Enotovyj/Pixabay

Adzan Maghrib berkumandang syahdu dari pengeras suara kantor. Kami, yang sebagian masih bekerja, langsung menyetop aktivitas. Semua bergegas merapat ke meja di tengah ruangan. Ragam panganan sudah tersaji di sana. Salah satunya kurma. Biasanya ini menu paling diincar saat awal berbuka puasa. Selalu favorit. Kadang harus gerak cepat juga untuk mendapatkannya. Bisa-bisa nanti kehabisan. :)

Kurma memang selalu menjadi panganan spesial. Utamanya pada Bulan Ramadhan. Bagi kami di kantor dan umat Muslim seluruh dunia, memakan kurma saat berbuka puasa adalah sunnah.

Rasulullah SAW bersabda, ''Jika salah seorang di antara kalian berbuka, berbukalah dengan kurma karena kurma itu membawa berkah. Jika tidak ada, berbukalah dengan air karena air itu bersih.'' (HR Abu Dawud).

Kurma dipastikan bukan sekadar lezat disantap. Ia juga mengandung banyak manfaat. Berbagai studi ilmiah telah mengkaji keistimewaanya. Ahli kesehatan pun menganjurkan memakan buah ini. Apa sajakah manfaat yang dimilikinya?

Berikut 7 berkah kurma untuk kesehatan berdasarkan studi ilmiah yang dirangkum dari laman Healthline:

1. Bernutrisi Tinggi

Kurma memiliki nutrisi sangat baik. Ia juga mengandung kalori cukup tinggi. Kalori adalah satuan yang menunjukan seberapa banyak jumlah energi yang bisa didapat dari makanan atau minuman. Energi, yang dihasilkan melalui proses metabolisme, merupakan salah satu penyokong kinerja dan fungsi berbagai organ tubuh.

Karenanya, memakan kurma (secukupnya) dapat menggantikan energi hilang selama berpuasa. Tidak hanya itu, kurma juga mengandung beberapa vitamin dan mineral penting. Menurut penelitian, dari 100 gram kurma, mengandung beberapa nutrien atau zat penting bagi tubuh. Di antaranya:

Kalori: 277 kalori

Karbohidrat: 75 gram

Serat: 7 gram

Protein: 2 gram

Potasium: 20 persen dari RDI (Recommended Dietary Intake/Asupan yang direkomendasikan)

Magnesium: 14 persen dari RDI

Copper: 18 persen dari RDI

Mangan: 15 persen dari RDI

Zat besi: 5 persen dari RDI

Vitamin B6: 12 persen dari RDI

2. Mengandung Serat Bermanfaat

Kurma sangat baik bagi pencernaan. Seratnya dapat mencegah gangguan pada perut seperti konstipasi. Sebuah studi menunjukkan, 21 orang yang menyantap kurma setidaknya 7 butir per hari selama 21 hari, mengalami perbaikan kinerja pencernaan dibandingkan mereka yang tidak menyantapnya.

Tidak hanya itu, serat pada kurma juga membantu mengontrol tingkat gula darah. Serat diketahui berfungsi memperlambat kinerja pencernaan dan karenanya dapat mencegah tingkat gula darah melonjak setelah makan. Alasan inilah yang membuat kurma masuk kategori makanan berindeks glycemic (GI) rendah. GI mengukur seberapa cepat gula darah naik setelah mengonumsi makanan tertentu.

3. Antioksidan Tinggi

Kurma mengandung antioksidan melimpah yang dapat membantu mengurangi risiko sejumlah penyakit. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat melindungi sel tubuh kita dari radikal bebas. Radikal bebas adalah molekul tidak stabil yang dapat menyebabkan reaksi berbahaya bagi tubuh dan memicu penyakit. Menurut penelitian, kurma memiliki kadar antioksidan lebih tinggi dibanding sejumlah buah lain seperti plum kering atau buah tin.

Berikut adalah tiga di antara antioksidan penting dalam kurma:

Flavonoid: Antioksidan yang dapat mengurangi peradangan atau inflamasi. Penelitian menyebut senyawa ini berpotensi mengurangi risiko diabetes, Alzheimer, dan beberapa jenis kanker.

Carotenoid: Terbukti membantu kesehatan jantung dan juga mengurangi risiko gangguan terhadap mata seperti degenerasi makula atau penyakit pandangan buram yang biasa dialami orang tua.

Asam fenolat: Senyawa ini dikenal sebagai antiinflamasi. Dapat membantu mengurangi risiko kanker dan sakit jantung.

4. Menyehatkan Otak

Memakan kurma dapat membantu memperbaiki fungsi otak. Sejumlah penelitian laboratorium terhadap hewan menunjukan kurma membantu mengurangi aktivitas protein amyloid beta yang dapat membentuk plak di otak.

Akumulasi plak dapat mengganggu komunikasi antarsel di otak. Ia juga dapat berujung pada kematian sel dan memicu alzheimer.

Salah satu studi lab mendapati tikus yang makanannya dicampur dengan kurma secara signifikan mengalami peningkatan memori dan kemampuan belajar lebih baik. Mereka juga lebih berkurang kegelisahannya dibandingkan tikus yang tidak memakan kurma.

Khasiat mendorong kemampuan otak ini dikaitkan dengan kandungan antioksidan yang terdapat pada kurma. Salah satunya flavanoid.

5. Melancarkan Proses Persalinan

Wanita yang mendekati proses persalinan sangat dianjurkan memakan kurma. Menurut penelitian, kurma dapat melancarkan proses melahirkan. Memakan kurma selama beberapa minggu terakhir didapati dapat membantu mempercepat pembukaan jelang proses persalinan dan bahkan mempersingkat proses melahirkan. Ia juga mengurangi kebutuhan calon ibu untuk melakukan induksi. Induksi persalinan biasanya dilakukan untuk merangsang kontraksi rahim guna mempercepat proses melahirkan.

Salah satu studi mendapati 69 wanita yang mengonsumsi enam kurma per hari dalam waktu empat minggu jelang kelahiran ternyata 20 persen lebih mampu melahirkan secara normal. Proses persalinannya pun lebih cepat dibanding mereka yang tidak memakannya.

Sementara studi lain terhadap 154 wanita hamil mendapati mereka yang makan kurma sebagian besar tidak membutuhkan bantuan induksi dibandingkan dengan yang tidak memakannya.

Studi berbeda juga mencatat sebanyak 91 calon ibu yang mengonsumi 70-76 gram kurma per hari mulai pada pekan ke-37 kehamilan didapati lebih cepat dalam menjalanin proses persalinan. Mereka yang tidak mengonsumsi kurma, butuh empat jam lebih banyak saat melahirkan.

Kurma memperlancar persalinan diyakini berkat senyawanya yang mampu terikat pada reseptor oksitosin dan menghasilkan efek menyerupai peran oksitosin pada tubuh. Oksitosin adalah hormon yang memicu kontraksi jelang persalinan.

Kurma juga didapati mengandung tannin, senyawa yang juga dapat membantu kontraksi saat persalinan. Selain itu kurma juga diketahui merupakan sumber gula alami dan kalori. Ini dapat membantu ibu mempertahankan energi selama proses melahirkan.

6. Pemanis Alami Menyehatkan

Kurma adalah sumber fruktosa, gula alami yang biasa ditemukan pada buah. Anda yang ingin mengurangi gula putih dapat menjadikan kurma alternatif lebih sehat. Itu karena, berdasarkan studi, kandungannya sarat nutrien, serat, dan antioksidan.

Salah satu resep menjadikan kurma pengganti gula adalah dengan mencampurnya bersama air lalu diblender. Anda bisa mengganti satu sendok gula pada makanan dan minuman dengan satu sendok kurma. Sekadar catatan, meski kurma tinggi serat dan nutrien, mereka tetap memiliki kalori tinggi sehingga konsumsinya dianjurkan secukupnya.

7. Menguatkan Tulang

Kurma, meski penelitian lebih lanjut terus dilakukan, dipercaya dapat menyehatkan tulang. Itu karena kandungan mineral seperti fosfor, potasium, kalsium, dan magnesium di dalamnya. Semua senyawa itu telah diteliti dan didapati bisa mencegah gangguan pada tulang seperti osteoporosis.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Pewarta. Penggemar olah-canda. Penikmat musik dan film. Peminum kopi. Penyuka mi ayam. Pemula yang masih butuh belajar banyak hal.

Tepuk Jidat

Secangkir Kopi untuk Seteru

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Image

Bahagia, 50 Anak Yatim Terima Santunan di Akhir Ramadhan

Image

Misi Kemanusiaan Dirikan Rumah Baca Anak di Karawang

Image

Pagi Ini Sahur Terakhir Ramadhan 1442 H, Yuk Banyakin Berdoa & Istighfar

Image

Indonesia Bisa Mengambil Hikmah di Balik Kasus Covid-19 di India

Image

Generasi Milenial Pilar Utama Gerakan Filantropi

Image

Ngabuburit Ramadhan: Lifestyle Mahasiswa di Mesir

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@rol.republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image